Hire
Bila perjalanan hidup boleh dibingkai seperti lukisan-lukisan bergerak, kemudian diklasifikasikan, dikerangkakan dan disimpulkan, ada semacam lompatan-lompatan dalam hidup saya. Dan lompatan paling akhir, ketika harus ?turun gunung? menjadi CEO perusahaan. Bayangkan, dari dunia konsultan, pembicara publik, dan penulis yang amat boros kata-kata, ke dunia CEO yang irit kata-kata. Serupa dengan sejumlah pemimpin yang lama duduk di kursi pengamat, kemudian duduk kebingungan di kursi kekuasaan ? terutama karena kata-kata terasa tidak berdaya. Sayapun pernah dihinggapi gejala serupa.
Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001. Ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York, ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan, ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal, ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan, ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara, ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi, dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.
Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang dengan lawan jenis. Tidak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua terlihat bersinar dan menyenangkan, tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuh cinta.
Seperti anak-anak yang penuh dengan pertanyaan, ada kalanya saya rindu dengan keingintahuan ala anak kecil. Semua hal dipertanyakan. Kemanakah perginya api setelah ia mati? Apa yang membuat matahari selalu bangun pagi di ufuk timur? Kenapa mesti ada udara sebagai bahan bakunya kehidupan? Dari apakah air itu terbuat pada mulanya? Benarkah alam menyuarakan sesuatu setiap harinya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain.
Dulu, seorang sahabat yang amat bijak pernah bertutur sopan ke saya. ?Hidup?, kata dia sambil menelan ludah perlahan, ?tidaklah perlu terlalu hebat dan cepat?. Tentu saja saya yang masih amat muda ketika itu, dan amat silau dengan gemerlap kehidupan orang-orang atas, protes dengan pesan alon-alon waton kelakon ini. Seperti tidak perduli dengan pesan sahabat tadi, saya lanjutkan saja menancap gas mobil kehidupan. Memang, sempat menyentuh ?langit? karir yang didambakan banyak orang.
Oleh ribuan anak muda yang baru memasuki gerbang kerja, juga manajer muda yang frustrasi di dunia kerja, kerap saya ditanya : aspek apa dari dunia kerja yang paling sulit dihadapi ? Terus terang, bekerja apapun dan dimanapun, serta bermodalkan pendidikan manapun sebenarnya mudah, asal tekun belajar dan bertanya. Yang sering bikin semuanya jadi rumit, adalah interaksi antarmanusia. Jangankan manusia yang baru memasuki gerbang kerja, mereka yang sudah berumur senja di tempat kerja sekalipun sering dibuat pusing oleh interaksi terakhir.