AKTRIS Sarah Jessica Parker, 42, memang cukup menawan saat berperan dalam serial televisi Sex and the City. Bahkan pakaian, sepatu, dan aksesori yang ia kenakan pun sering ditiru para penggemarnya.
Namun, penampilannya di serial televisi dengan kehidupan sehari-hari sangatlah berbeda. Ia bukan seorang aktris yang senang berdandan atau menyukai fesyen.
Sarah pun menuturkan saat jalan-jalan di pertokoan, banyak orang yang mengenalinya. Tidak ketinggalan para penggemarnya pun kemudian mendekat dan ingin tahu apa yang ia kenakan saat jalan-jalan di toko. ‘’Mereka menanyakan apa yang Anda pakai? Sepatu Anda mereknya apa?’’ ujar Sarah yang memerankan sosok Carrie Bradshaw dalam serial Sex and the City itu.
Ia kemudian menunjukkan sepatu yang dikenakan kepada penggemarnya itu. Sepatu yang ia pakai bukan sepatu bermerek, apalagi bertumit tinggi seperti yang sering ia pakai saat tampil dalam serial Sex and the City.
‘’Saya memakai sepatu tanpa tumit karena saya merasa tua sekarang. Saya tidak bisa lari dengan mengenakan sepatu tumit tinggi ke pasar hanya untuk membeli yoghurt pesanan anak saya,’’ ujar Sarah tersenyum.
Para penggemarnya pun melongo. Ternyata beda jauh antara Sarah Jessica Parker dan Carrie Bradshaw yang selalu mengikuti perkembangan mode.(Imdb/H-3)
Beruntung saya pernah mengambil diploma seni musik di IKIP Negeri Semarang yang sekarang menjadi Universitas Negeri Semarang. Keberuntungan pertama ialah karena topografi kampus saya di kawasan Jl Kelud itu bagus sekali. Ia seperti kawasan puncak, naik turun, tinggi rendah, jauh dekat. Ruang kampus itu seperti sebuah vila-vila saja layaknya.
Inilah tantangan bagi aneka institusi agama yang ada, betapa mereka harus membuat dakwah yang lebih indah dan menggugah, agar umat tidak lari ke dalam keyakinan-keyakinan baru, yang cuma akan ditolak oleh masyarakat dan negara. Penolakan itu bahkan ada kalanya, harus berujung kekerasan pula. Jika kemunculan demi kemunculan aliran baru terus bermunculan, jika penolakan demi penolakan terus dilakukan, berarti akan pula diikuti oleh risiko kekerasan demi kekerasan. Jika cuma sekali waktu, hampir setiap negara, mengalaminya. Tetapi jika ia bisa muncul setiap waktu, pasti ada kesakitan sosial di negara itu.
BERBAGI kasih sesama manusia tidaklah harus melihat kesamaan agama. Hal itu menjadi prinsip model dan bintang film cantik Catherine Wilson dalam kehidupannya. Tak mengherankan, meski seorang muslimah, ia turut terlibat dan menjadi ikon sebuah acara perayaan Natal di Gereja Olumene di bilangan Menteng, Selasa (11/12).
“Ini pengalaman hebat dan pertama kali bagi aku. Biasanya aku kan acaranya pengajian. Mungkin ini karena jelang Natal, mereka mengadakan ini berbagi kasih dengan sesama, khususnya anak jalanan. Tak ada salahnya aku ikutan di sini selama tidak membedakan agama,” kata Keket, sapaan perempuan kelahiran 25 Februari 1981 itu.
Ia sendiri mengaku merasa terharu bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Aku jadi tersentuh sebagai seorang muslimah dijadikan ikon mereka. Jelasnya, selama berbagi kasih itu tidak membedakan agama, tidak soal bagi aku,” tandasnya kembali.
Keket mengakui dalam acara ini sama sekali tidak ada persiapan khusus. “Apalagi nyanyi semacam itu, aku tentu tidak bisa karena sama sekali tidak pernah aku lakukan. Kan aku muslimah, jadi tidak tahu semacam itu. Jadi acara ini benar-benar pure sosial,” tandasnya.
Saat pergi ke kantor, pulang kantor atau ke mana pergi dengan berkendara. Saya seringkali menjumpai pengendara-pengenda ra lain yang dengan seenaknya menyalip saya ataupun kendaraan lain tanpa memperhatikan keselamatan atau perasaan orang lain yang menjadi korban penyalipannya. Seringkali saya jengkel karena menjadi korban penyalipan, kadang saya hanya bisa mengusap-usap dada saya sambil tidak abis pikir kok tega-teganya dia melakukan penyalipan itu pada saya.
Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.
Page: 1 | 2