Hire
IBARAT tangkai dan daun, demikian hubungan Artika Sari Devi dan Ibrahim Imran yang dikenal dengan nama Baim. Jika ada Putri Indonesia 2004, pasti ada Baim. Wajar kalau keduanya sering bareng. Pasangan itu dikabarkan berniat menikah dalam waktu dekat.
Namun, kabar segera menikah itu dibantah Tika, panggilan akrab Artika. “Enggak dalam waktu dekat ini. Baim sendiri ngasih kesempatan saya untuk menyelesaikan kuliah dulu,” kata Tika saat dihubungi Media Indonesia seusai mengisi sebuah acara di Jakarta, beberapa hari lalu.
Tika mengaku saat ini disibukkan menyelesaikan skripsinya. “Nah, kalau sekarang kami ke mana-mana berdua, ada kaitan dengan skripsi. Baim kan sudah lulus S-2-nya. Jadi ia membantu saya mencari bahan-bahan untuk skripsi,” ungkap perempuan asal Kepulauan Bangka Belitung, 29 September 1981 itu.
Tika mengungkapkan saat ini lebih memfokuskan pada kelulusan kuliahnya ketimbang pernikahan. “Kalau sudah lulus kan enak bicara masa depannya. Jadi doain aja ya cepat lulus,” ungkapnya.
Bulan puasa memang bulan penuh berkah. Begitu penuhnya berkah itu sehinga mengalir ke mana-mana termasuk kepada para penipu. Misalnya tamuku ini, seorang yang seluruh tampilannya meyakinkan sehinga kepadanya aku tidak menaruh kecurigaan. Inilah kesalahan pertamaku, terintimidasi oleh penampilan. Kesalahan ini mestinya membuatku malu.
Sebelum atlet berlaga, harus melakukan peregangan. Sebelum kendaraan diberangkatkan, mesin harus dipanaskan. Sebelum menulis sajak, penyair harus duduk dan terdiam. Maka sebelum berangkat kerja, manusia juga butuh kesiapan. Pemanasan mutlak hukumnya bagi sebuah pergerakan. Tetapi saya curiga, tidak semua kita yang hendak bekerja, berangkat dengan kesiapan. Maka kerja yang tidak siap itulah sumber aneka persoalan.
DUA keharusan ini datang bersamaan. Yang satu adalah keharusan mengetik karena tuntutan pekerjaan, dan satunya lagi adalah keharusan menonton karena kesukaan. Dari dua keharusan ini siapakah yang harus didahulukan? Mestinya, saya mendahulukan pekerjaan. Tetapi nyatanya tidak. Ternyata saya lebih mendahulukan yang kurang penting katimbang yang penting untuk kepentingan diri saya sendiri. Persoalannya ialah, kenapa ada soal penting yang tiba-tiba menjadi kurang penting dan yang kurang penting tiba-tiba menjadi penting. Jawabannya ialah karena ada Valentino Rossi sedang balapan di televisi.