BELAJAR tidak mengenal usia. Itulah yang dianut Butet Kartaredjasa dalam belajar seni akting panggung. Meski telah berpengalaman tampil di panggung, untuk memerankan tokoh, toh Butet terus belajar kepada orang lain agar penampilannya semakin bagus.
Seniman kelahiran Yogyakarta, 21 November 1961 ini sedang menuntut ilmu kepada Nano Riantiarno, si pemilik Teater Koma. Sebab Butet dipercaya Nano untuk tampil dalam pementasan Teater Koma berjudul Kunjungan Cinta, yang akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, 12-28 Januari.
Ada yang beda dalam penampilan Butet kali ini. Ia akan tampil dalam pementasan berbentuk realis. ‘’Saya belum pernah bermain realis. Biasanya surealis. Baru kali ini saya mendapatkan peran itu. Makanya saya perlu belajar realis,’’ ungkapnya di sela-sela latihan, kemarin.
Selama kurang lebih dua bulan terakhir, Butet berlatih agar bisa tampil realis. ‘’Lumayan. Kalau kuliah, bisa delapan semester. Sekarang hanya disingkat menjadi dua bulan,’’ ungkap putra almarhum maestro tari Bagong Kussudiardja ini.
Sebagai seniman panggung, Butet harus bisa menguasai segala peran. Prinsip belajar inilah yang ia utamakan sebelum tampil. ‘’Belajar tidak mengenal usia dan waktu. Semua harus bisa dikuasai. Itu sudah menjadi konsekuensi seorang seniman,’’ kata Butet yang pernah pula menimba ilmu di Teater Mandiri milik Putu Wijaya itu.