Aliansi Peranti Lunak Internasional (Business Software Alliance/BSA) menunjukkan tingkat pembajakan peranti lunak di Indonesia pada 2006 masih tetap seperti tahun sebelumnya sebesar 87 persen.
“Studi BSA itu memberikan Indonesia masih termasuk dalam lima besar negara-negara dengan tingkat pembajakan yang sangat tinggi,” kata Perwakilan BSA untuk Indonesia Farouk Cader di Jakarta, Selasa.
Meski demikian, menurut dia, Indonesia masih ada harapan untuk bisnis teknologi informasi (TI) akan bisa diturunkan.
“Kami optimistis, Indonesia masih punya harapan, karena pemerintah serius menanggapi pembajakan peranti lunak yang sudah sangat mengkhawatirkan ini,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah sudah membentuk sebuah Tim Kerja Khusus yang ditugaskan untuk memerangi pembajakan di Indonesia.
Selain itu Ditjen HAKI dan pihak kepolisian terus bekerja sama dalam menurunkan tingkat pembajakan di Indonesia melalui penciptaan peraturan dan perudang-undangan yang kuat, katanya.
Pemerintah, lanjut Farouk Cader telah memberikan pendidikan, pelatihan dan penegakan hukum yang berkelanjutan yang diharapkan akan dapat memberikan nilai positif bagi pengusaha peranti lunak itu.
Pada tahun ini, Bareskrim Mabes Polri telah berhasil melakukan tindakan penggerebekan di dua pusat perbelanjaan ternama di Jakarta dan mengamankan 9.250 kopi peranti lunak ilegal sebagai bukti.
Usaha-usaha dari Ditjen HAKI dan kepolisian Indonesia sudah di jalur yang tepat dan kita harus memberi selamat atas keberhasilan ini, namun masih banyak yang harus dilaksanakan dan terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam memerangi pembajakan itu, ucapnya.
“Lebih dari satu dari tiga peranti lunak yang diinstal di komputer adalah peranti lunak ilegal,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembajakan terus mengancam tumbuhnya inovasi peranti lunak yang mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja dan berkurangnya penghasilan negara dari pajak.
Oleh sebab itu perlu perlindungan hak kekayaan intelektual yang lebih gencar, pendidikan dan kesadaran untuk menghambat tumbuhnya pembajakan di seluruh dunia, katanya.