Bencana Cepat Koordinasi Lamban

general, editorial Media Indonesia ~ {May 31st, 2006 - 9:08 pm}

GEMPA yang menewaskan lebih dari 5.000 orang dan merusak puluhan ribu rumah dan bangunan, pasti bencana besar. Ribuan korban luka yang bertebaran di emper rumah sakit, juga pasti bukan jumlah yang sedikit. Ini adalah angka besar dengan kadar kesulitan besar.

Akan tetapi, dengan menyebut nama Klaten dan Yogya, berbeda andaikata nama itu Meulaboh atau Nias. Bedanya, tidak hanya jaraknya dari Jakarta, tetapi juga pada ketersediaan prasarana. Klaten dan Yogya adalah daerah dengan infrastruktur jauh lebih memadai daripada Meulaboh dan Nias. Klaten dan Yogya adalah wilayah yang bisa dijangkau dengan gampang dari darat maupun udara.

Tetapi, mengapa penanganan korban gempa kacau-balau? Korban yang berserakan di rumah sakit mulai kesulitan memperoleh obat-obatan. Mereka yang di tenda-tenda kesulitan mendapat makanan. Pakaian, air bersih, fasilitas mandi, cuci, dan kakus masih saja dikeluhkan hingga saat ini, tiga hari setelah gempa.

Padahal anggota masyarakat seakan berlomba menyerahkan sumbangan ke berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk membantu. Stasiun televisi, radio, surat kabar, ramai-ramai membuka dompet peduli Yogya dan Klaten. Aksi pengumpulan dana dan sumbangan dari masyarakat pun bermunculan di jalan-jalan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Tidak sedikit pejabat pemerintah yang berebut datang ke Yogya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan ‘berkantor’ di Yogya dan menginap di antara para korban di tempat penampungan. Belum lagi bantuan dari luar negeri yang sudah dan akan segera berdatangan ke tempat bencana.

Kalau sudah demikian, mengapa masih terlihat kacau-balau penanganan di lapangan?

Soal solidaritas masyarakat terhadap sesama yang menderita, tidak perlu diragukan lagi. Bencana Aceh dan Nias akhir Desember 2004 dan sekarang tragedi Yogya dan Klaten membuktikan bahwa anak-anak bangsa ini memiliki kemauan memberi yang kuat, terutama kepada orang-orang yang menderita.

Setiap kali bencana, persoalan terpokok kita justru terletak pada koordinasi. Koordinasi horizontal dan vertikal, terutama di kalangan aparatur pemerintah sendiri.

Segala bentuk simpati masyarakat ke Yogya, termasuk bantuan dari luar negeri, akan merupakan bencana tersendiri bila tidak ditemukan dan dilakukan cara pendistribusian yang tepat sasaran. Untuk itu, salah satu prasyaratnya adalah tertib administrasi seperti jumlah korban di rumah sakit, jumlah tempat penampungan dan seluruh penghuninya. Hanya dengan itu bantuan bisa disalurkan tepat sasaran.

Bila semua orang ke Yogya dan Klaten menolong dengan caranya sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas, akan menimbulkan bencana baru berupa pemborosan dan penghamburan.

Bencana alam memang datang tidak terduga. Sifatnya masif dan fatal. Tetapi justru di situlah ujian bagi kecermatan dan kecekatan koordinasi.





verse of the day

    When a man's ways please the LORD, he makes even his enemies to be at peace with him.

    Proverbs 16:7