Biji Apel Mencerahkan Hola

general, wise short stories ~ {January 19th, 2006 - 1:17 am}

Holaram,sang menteri dari Negeri Zimbakyu, sedang menghadiri suatu konfrensiinternasional. Secara kebetulan tempat duduk dia bersebelahan dengan tempat duduk seorang menteri dari negara Paman Sam yang kebetulan beragama Yahudi. Kebetulan-kebetulan semacam itu membuat dia bingung, tetapi apa boleh buat ?

Kalau pindah tempat duduk,takut dianggap penghinaan terhadap wakil resminegara paman Sam.

Sebagaimana biasanya dalam konfrensi internasional, pidato-pidato yang
dibacakan itu semuanya sudah tertulis rapih, dibuat oleh staf staf ahli para
menteri yang menyampaikan dan akan dipelajari oleh staf staf ahli para
menteri yang mendengarkannya. Para menteri yang hadir, hadir karena harus
hadir. Hanya basa-basi. Ada yang mengantuk, bahkan ada yang tiduran. Ada
yang sampai ngorok. Membosankan !

Hola harus menyembunyikan rasa kesal di balik seyum yang palsu. Ia harus
menunjukkan sikap ramah terhadap perwakilan paman Sam yang beragama Yahudi
itu. Kalau tidak, bantuan tahunan dari beberapa lembaga keuangan yang
diberikan kepada negaranya atas jaminan negara paman Sam bisa mengalami
kemacetan. Apa boleh buat !

Sejak mulainya rapat itu, Hola melihat sesuatu yang aneh. Sebentar -sebentar
Menteri dari Negara Paman Sam memasukkan tangan ke dalam kantong jasnya,
mengeluarkan sesuatu dan memakan nya.Aneh!

Kerena begitu ingin tahunya, akhirnya Hola bertanya kepada Menteri Zionis
itu, “Tuan Menteri, kalau boleh tahu, apa yang sedang anda makan dari tadi
?”

“Oh tentu saja,lihat ini…biji apel ” jawabnya, sambil mengeluarkan 2 biji
apel dari kantong nya.

“Biji apel ? Tuan Menteri memakan biji apel ? Apa khasiat nya ?” Hola heran
sekali.

“Ha,anda belum tahu? Hasil riset kami bertahun tahun membuktikan bahwa biji
apel bisa mencerdaskan kita,menambah kemampuan dan kinerja otak,” kata
Menteri dari Paman Sam menjelaskan.

“Benarkah demikian ? Apabila Tuan Menteri tak keberatan,bisakah saya mencoba
biji itu?” Hola tergiur untuk mencobanya.

Sayang sekali, tinggal dua biji. Begini saja; satu untuk saya dan satu untuk
anda. Tetapi anda harus membayar 10 dollar untuk satu biji ini.” Dalam
perhitungan Paman Sam selalu akurat,tidak pernah salah.

Hola senang sekali, ah rupanya itulah rahasia kecerdasan bangsa Amerika.

“Terima kasih, terima kasih. Tuan menteri begitu baik hati, memberikan
sesuatu yang sangat berharga, bermanfaat sekali.”

Setelah memakan biji apel itu,Hola mulai berpikir, “Edan-gila-tidak waras,
sepuluh dollar untuk satu biji apel !” Ia menahan-nahan rasa kesalnya,akhir
meluap juga, “Tuan Menteri,baru terpikir sekarang oleh saya… Dengan uang
10 dollar mungkin saya bisa beli beberapa kilo apel. Tadi Tuan menjual satu
biji seharga 10 dollar. Betapa bodohnya saya!”

“Nah itu,lihat bukti keampuhan nya! Begitu makan biji apel itu, anda
memperoleh pencerahan. Anda baru sadar bahwa anda bodoh. Itu hasil biji apel
tadi. Sekarang anda cerdas. Anda tidak akan dibodohi lagi dan semuanya itu
kerena satu biji apel,benarkan? ” ujar Menteri Paman Sam.

PENCERAHAN BERASAL DARI DALAM DIRI KITA,BUKAN DARI LUAR!

BBC News
requested list not available

Antara News Indonesia
requested list not available

e-Jazz
requested list not available

Webmaster Talk
requested list not available





verse of the day

    "For the eyes of the Lord are on the righteous, and his ears are open to their prayer. But the face of the Lord is against those who do evil." Now who is there to harm you if you are zealous for what is good?

    1 Peter 3:12-13