Janji Tegas SBY

editorial Media Indonesia ~ {December 21st, 2005 - 1:03 pm}

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali berjanji. Katanya, di tahun kedua pemerintahannya, dia akan tegas.

Pernyataan itu mengandung dua aspek. Yang pertama merupakan pengakuan bahwa SBY selama ini memang tidak tegas. Sebuah pengakuan yang sehat, sangat positif, karena jujur terhadap kelemahan diri sendiri.

Memang, merupakan penilaian umum bahwa SBY kurang tegas. Penilaian itu telah menjadi pembicaraan informal di tingkat masyarakat. Itu bahkan menjadi bisik-bisik yang terang negatif bagi citra Presiden.

Penilaian itu semakin berkembang menyangkut perombakan kabinet yang berlarut-larut. Lambannya pengambilan keputusan itu melahirkan persepsi, SBY tidak tegas.

Mengetahui kelemahan merupakan langkah maju. Yang bahaya ialah jika siapa pun dia, terlebih presiden tidak tahu bahwa dia tidak tahu perihal kelemahannya.

Aspek yang kedua setelah tahu, SBY mengatakan dalam tahun kedua pemerintahannya ia akan tegas. Sebuah pernyataan yang menggembirakan karena Presiden dibayangkan akan mengambil langkah-langkah efektif, kendati tidak populer sekalipun.

Popularitas merupakan hal yang sangat penting bagi SBY. Begitu penting, menyebabkan SBY menimbang terlalu banyak hal sehingga tampak tidak tegas. Bahkan muncul kesan yang lebih merugikan, yaitu SBY lebih mementingkan popularitas daripada keputusan yang efektif.

Maka, pernyataan SBY akan tegas merupakan jawaban yang menggembirakan. Sebab, sesungguhnya, hampir tidak ada pilihan bagi seorang nomor satu di Republik ini kecuali menjadi pemimpin yang tegas. Tidak boleh ada seorang pun yang bisa menyetir presiden. Dia mendapat mandat penuh langsung dari rakyat, untuk mengambil keputusan yang tegas sebagaimana layaknya seorang presiden.

Namun, ketegasan akhirnya bukan hal yang dipercaya karena diomongkan, melainkan karena senyatanya telah menjadi tindakan. Jika masih menjadi pernyataan, ketegasan itu baru sebatas janji. Janji yang menggembirakan, memang, tetapi bukankah semua kecap nomor satu?

Kritik lain terhadap SBY adalah sepertinya Presiden belum selesai masa kampanye. Karena itu, masih terus menebar janji. Termasuk, janji akan tegas setelah setahun menjadi presiden.

SBY telah mengambil langkah nyata merombak kabinet. Kita pun percaya SBY memang akan bertindak tegas. Namun, jauh lebih baik bila Presiden tidak mengatakannya, tapi melakukannya.

Negeri ini pernah dipimpin mereka yang sangat jago berpidato hingga yang sangat diam. Negeri ini pernah pula dipimpin mereka yang sangat berani mengambil keputusan hingga yang ragu-ragu. Semua yang ekstrem itu tidak bagus. Sebab yang bagus rupanya yang memiliki dosis pas, yaitu kapan omong dan kapan diam, tapi bertindak.

BBC News
requested list not available

Antara News Indonesia
requested list not available

e-Jazz
requested list not available

Webmaster Talk
requested list not available





verse of the day

    Do nothing from rivalry or conceit, but in humility count others more significant than yourselves.

    Philippians 2:3