SONG SIR? MONGGO…..

iseng & aneh ~ {September 19th, 2005 - 11:12 am}

Bolehlah dibilang music is the ‘grandfood’ of life! Jadi tak salah kalau para Walisongo menggunakan musik sebagai salah satu pendekatan dalam usaha menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Tembang macapat sengaja digubah sebagai media dakwah dan ternyata macapat membawa banyak sekali manfaat. Buktinya waktu itu banyak masyarakat yang suka, bahkan konon kabarnya tembang-tembang macapat sempat menduduki Top 40 saking banyaknya request dari para pendengarnya. Kenyataannya ada 9 wali. Demikian pula ada lebih dari 9 jenis/metrum tembang macapat. Versi Mblombong Manah I (Tedjohadi Sumarto, 1958) menyebutnya ada 11, namun ada ada juga yang menyebutkan 15 jenis. Hal ini berkaitan dengan dimasukkannya beberapa tembang tengahan dan tembang gedhe. Sembilan tembang macapat karya Walisongo adalah Dhandhanggula yang digubah oleh Sunan Kalijogo, Asmaradana dan Pucung dicipta oleh Sunan Giri, Durma hasil ciptaan Sunan Bonang, Maskumambang dan Mijil dituliskan Sunan Kudus, Sinom dan Kinanti hasil kreasi Sunan Muria, Pangkur menjadi masterpisnya Sunan Drajad.

BBC News
requested list not available

Antara News Indonesia
requested list not available

e-Jazz
requested list not available

Webmaster Talk
requested list not available





verse of the day

    Do nothing from rivalry or conceit, but in humility count others more significant than yourselves.

    Philippians 2:3