10 Mitos Seputar Susu

health ~ {May 9th, 2005 - 10:51 am}

1. Benarkah susu membuat gemuk?Benar, karena susu mengandung lemak. Namun, kini tersedia banyak susu dengan kadar lemak berbeda-beda, ada yang full cream, low fat, bahkan non fat.

Kalau kebanyakan minum susu tinggi lemak, jelas bisa gemuk. Sebaliknya, sering minum susu rendah lemak, belum tentu tidak gemuk, tergantung asupan makanan lain yang menyertai. Kalau terbiasa mengonsumsi makanan berkalori tinggi, bisa jadi gemuk.

Yang jelas, bila total kalori yang masuk (dari susu dan makanan lain) masih sesuai dengan kebutuhan, tidak akan menyebabkan kegemukan.

2. Apakah susu menyebabkan diare?
Pada orang-orang tertentu dengan intoleransi terhadap laktosa, susu yang mengandung laktosa dapat menyebabkan diare. Oleh karena itu, mereka perlu mengonsumsi susu yang tidak mengandung laktosa, misalnya susu kedelai.

3. Benarkah minum susu sebaiknya saat perut kosong?
Belum pernah ada literatur yang menyebutkan bahwa minum susu harus dalam keadaan perut kosong.

4. Apakah orang sakit maag tidak boleh minum susu?
Pernyataan ini masih kontroversial. Memang ada literatur yang menyatakan bahwa kalsium susu dapat merangsang pengeluaran asam lambung dan menghambat penyembuhan luka pada lambung. Ada penderita sakit maag yang tidak merasakan apa-apa bila minum susu, sementara pada pasien lain susu menyebabkan rasa sakitnya bertambah.

5. Benarkah susu tidak baik untuk penderita asam urat?
Tidak. Yang sebaiknya tidak dikonsumsi atau dibatasi konsumsiny oleh penderita asam urat adalah makanan yang mengandung purin tinggi sampai sedang. Susu mengandung sedikit sekali purin, jadi dapat dikonsumsi penderita asam urat.

6. Apakah bila tak pernah minum susu bisa terkena osteoporosis?
Belum tentu. Kalau orang sudah mendapatkan cukup kalsium dari makanan lain, kebutuhan akan kalsium sudah bisa dipenuhi. kecukupan itu membantu mencegah osteoporosis. Meski demikian, sebaiknya tetap mengonsumsi susu karena penyerapan kalsium susu akan lebih baik.

7. Bila minum susu dimulai saat dewasa, apakah itu terlambat?
Sebenarnya orang dewasa pun perlu kalsium, tapi masa tulang puncak dicapai sebelum usia 35 tahun. Jadi, yang terlambat adalah memaksimalkan masa tulangnya. Orang dewasa tetap perlu kalsium kalau konsumsinya lebih kecil dari kebutuhan. Sebab, kekurangan kalsium akan diambil dari tulang.

8. Betulkah susu tidak baik bila diminum bersama obat?
Ada obat-obat tertentu yang efeknys berkurang kalau diminum bersama susu, misalnya tetrasiklin (golongan antibiotika), obat antijamur, dan lain-lain.

9. Apakah kalsium yang terserap tubuh akan lebih banyak bila kita minum sekaligus 2 gelas susu?
Belum tentu dengan mengkonsumsi 2gelas susu, kalsium yang diserap menjadi 2 kali lipat banyaknya. Itu karena penyerapan kalsium dipengaruhi banyak hal, dan usus mempunyai kemampuan tertentu untuk menyerap kalsium. Jadi, sebaiknya diminum secara terbagi, tidak sekaligus.

10. Apakah minum susu harus diimbangi olahraga supaya efektif?
Masa tulang puncak berhubungan dengan asupan kalsium dan aktivitas fisik, serta interaksi keduanya. Semuanya mempangaruhi densitas (kepadatan) tulang. Aktivitas fisik dan asupan kalsium berperan penting dalam pemadatan tulang.

BBC News
requested list not available

Antara News Indonesia
requested list not available

e-Jazz
requested list not available

Webmaster Talk
requested list not available





verse of the day

    "For the eyes of the Lord are on the righteous, and his ears are open to their prayer. But the face of the Lord is against those who do evil." Now who is there to harm you if you are zealous for what is good?

    1 Peter 3:12-13