“Habemus Papam!”

international news ~ {April 20th, 2005 - 4:47 pm}

VATIKAN - Hanya dalam tiga kali pemungutan suara, paus baru terpilih. Kardinal Joseph Ratzinger, 78, dari Jerman terpilih menjadi paus ke-265 umat Katolik. Setelah terpilih tadi malam, paus baru yang memilih nama Paus Benediktus XVI sudah memberikan pemberkatan pertama.

Berbagai reaksi muncul setelah ia terpilih. Biarawati Lydia, salah satu orang yang datang ke Lapangan Santo Petrus langsung berloncatan dan bertepuk tangan. “Saya berdoa untuk Paus baru hari ini di makam Paus Johannes Paulus II dan sekarang kita punya yang baru,” katanya.

Ketegangan pemilihan paus itu berakhir setelah muncul asap putih dari cerobong asap di Kapel Sistine. “Paus! Paus!” teriak umat yang berkerumun di Lapangan Santo Petrus ketika menyaksikan asap putih mengepul pukul 18.00 waktu setempat (pukul 23.00 WIB). Ini pertanda 115 kardinal yang melakukan konklaf sudah memutuskan siapa yang menjadi paus penerus Paus Johannes Paulus II. Ratusan ribu orang itu berseru dalam berbagai bahasa ketika sinyal ini tampak di langit Vatikan.

Kepulan asap yang diiringi seruan membahana dari umat Katolik ini kemudian disusul oleh dentang lonceng gereja di Basilika. Dentang lonceng ini memupus keraguan sebagian orang yang tidak yakin asap yang keluar itu benar-benar putih. Tanda lonceng ini warisan dari keputusan Paus Johannes Paulus II untuk mengatasi kebingungan tafsiran warna asap dari cerobong Kapel Sistine.

Sekitar 45 menit kemudian, muncul Kardinal Chile Jorge Arturo Medina Estivez yang mengumumkan “Habemus papam!” (kita punya paus baru) dari balkon Basilika Santo Petrus. Dia kemudian menyebut nama Kardinal Ratzinger dan juga menyebut nama panggilannya, Paus Benediktus XVII. Dalam bahasa Latin, nama ini berarti “pemberkatan”. Nama paus ke-8 dari Jerman ini merupakan penerus Paus Benediktus XV yang menjabat pada 1914-1922.

Paus baru yang dikenal sebagai rohaniwan ultra-konservatif ini terpilih lahir di keluarga petani tradisional Bavaira, 16 April 1927. Ayahnya adalah seorang polisi. Pendidikannya di seminari sempat terpotong perang. Dia sempat bergabung dalam unit anti-pesawat udara di Munich.

Setelah Perang Dunai II berakhir, dia menjadi pastor dan mulai mengajar sejak 1946-1951. Dalam kurun waktu yang sama dia juga mulai belajar filosofi dan teologi di Universitas Munich serta sekolah tinggi di Freising.

Pada 1953 ia mendapat gelar doktor setelah menulis tesis teologi dengan judul “Umat dan Rumah Tuhan dalam Doktrin Gereja Santo Agustinus.” Empat tahun kemudian, ia menjadi dosen pengajar dogma dan teologi fundamental di empat institusi sekaligus, di Sekolah Tinggi Teologi dan Filosofi di Freising, Bonn 1959-1969, Münster 1963-1966, Tubinga 1966-1969. Sejak 1969, ia menjadi profesor teologi dogmatik dan sejarah dogma di Universitas Regensburg sekaligus menjadi wakil dekan Universitas yang sama.

Banyak yang memperkirakan kalau pengalamannya di bawah rezim Nazi membuatnya berkeyakinan bahwa gereja harus mempertahankan kebenaran dan kebebasan.

Namun kalangan kritikus menilai Ratzinger terlalu ilmiah. Dia dinilai lebih menyukai diskusi intelektual. Sementara, banyak umat Katolik yang menginginkan seorang pemimpin yang lebih menyentuh hati. Dia juga sempat terlibat dalam perdebatan politik. Salah satunya menolak Turki sebagai bagian dari Uni Eropa.

Kemunculan Joseph Ratzinger di balkon kebesaran untuk menyambut ribuan umatnya. Ratzinger memberikan berkatnya yang pertama sebagai Paus terpilih.

Kemunculan Paus baru disambut meriah puluhan ribu umat Katolik yang antusias menunggu kehadirannya. Akhirnya, Paus Benecditus XVI yang lahir di Bavaria, Jerman, pada tahun 1927 ini memberikan berkatnya yang pertama.

Seperti yang dilansir kantor berita CNN, Rabu (20/4/2005), Paus Benediktus XVI yang menyampaikan berkatnya dalam bahasa Italia ini hanya tampil beberapa menit saja. Berikut petikan singkat pemberkatan Paus Benediktus XVI.

“Saudara-saudaraku yang terkasih, Yang Mulia Paus Yohanes Paulus II, para Kardinal telah memilih saya untuk bekerja di ‘kebun anggur milik Tuhan’. Saya terharu ketika pada akhirnya, mereka mempercayakan diri saya untuk melayani dan mendoakan kalian,”

Paus Benediktus XVI juga meminta seluruh dunia untuk berdoa untuknya dan jabatannya. “Saya mempercayai diri saya kepada doa Anda sekalian,” kata paus kelahiran Jerman tersebut. (joe)

BBC News
requested list not available

Antara News Indonesia
requested list not available

e-Jazz
requested list not available

Webmaster Talk
requested list not available





verse of the day

    But let all who take refuge in you rejoice; let them ever sing for joy, and spread your protection over them, that those who love your name may exult in you. For you bless the righteous, O LORD; you cover him with favor as with a shield.

    Psalm 5:11-12