
Setiap orang punya masalah. Mungkin ada yang merasa masalahnya begitu besar, tetapi buat org lain masalah tersebut biasa saja. Begitu juga kebalikannya, buat org lain masalahnya besar buat diri kita masalah tsb biasa saja. Tiap orang akan berbeda persepsi besar kecilnya ketika menghadapi suatu masalah. Namun siapapun kita, pasti pernah punya masalah dalam hidup ini. Bahkan bisa saja saat ini kita sedang menghadapi suatu masalah besar.
Suatu ketika beberapa temanku menanyakan hal yang sama walaupun pada moment yg berbeda. Intinya mereka bertanya apakah aku pernah mengalami masalah ?? apakah aku kena dampak dari situasi dunia saat ini ?? pernahkah aku hidup dalam kesusahan ?? Mereka bertanya hal-hal itu karena menurut mereka sepertinya ada hal berbeda yang membuat mereka masing-masing penasaran dengan apa yg kukatakan. Dari situlah aku berbagi satu harta rohani yg terpendam, yg selama ini membuatku kuat menghadapi kehidupan ini. Sesuatu yang membuatku bisa melewati dan menghadapi masalah besar dalam hidupku.
Apa yang kualami, sama seperti yang dialami bangsa Israel ketika berhadapan dengan orang-orang Filistin. Jika kita membaca kisah Daud vs Goliat pada 1 Samuel 17, pada satu pasal ini kita dapat melihat kronologis kisah yang dapat sangat memberkati kita. Ada suatu pelajaran iman yang sangat up-to-date / relevan untuk kita terapkan dalam kehidupan sekarang ini. Pelajaran ini sudah sy terapkan dan buktikan kebenarannya.
Kisah ini menceritakan bagaimana saat itu bangsa Israel sedang berperang dengan orang-orang Filistin. Posisi mereka berhadap-hadapan hanya dipisahkan suatu lembah ditengah-tengah mereka. Filistin di salah satu sisi bukit, dan Israel berada pada bukit lain di hadapannya. Mereka saling berhadapan dan di tengah-tengah antara kedua bukit itu ada suatu lembah untuk bertempur.
Lalu muncullah Goliat orang Gat yang terkenal sebagai pendekar tentaranya orang Filistin. Goliat merupakan salah satu orang yg gagah perkasa pada jaman itu, yaitu orang yang memiliki tubuh raksasa. Alkitab mencatat tingginya 6 hasta sejengkal. Jika merujuk pd Ensiklopedi Alkitab, tinggi tersebut kira-kira 3,2 meter. Ayat 5 alkitab mencatat bahwa baju Zirah yg digunakan Goliat seberat 5.000 syikal tembaga. Menurut Kamus Alkitab 1 syikal = 11,4 gram, ada juga yg menyebutkan 14,5gram. Jadi baju Zirah yg digunakan Goliat sekitar 60kg – 70kg. Wow fanstastis, sangat berat untuk ukuran sebuah pakaian perang. Ini sungguh menggambarkan betapa besarnya ukuran tubuh dan kekuatan Goliat.
Kemudian Goliat menantang Israel agar dibuatkan suatu kesepakatan antara pasukan Israel dan Filistin, dimana satu orang mewakili Israel dapat menghadapai Goliat yang mewakili Filistin, sehingga tidak perlu seluruh tentara maju berperang melainkan hanya perwakilannya saja. Jika wakil Israel kalah maka seluruh bangsa Israel haruslah menyerah, begitu juga kebalikannya, jika Goliat kalah maka seluruh Filistin haruslah menyerah. Ayat 11 mencatat : “Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu (Goliat), maka cemaslah hati mereka dan sangat takut”.
Pada saat Goliat menantang barisan tentara Israel, hal itu membuat ciut hati semua pasukan termasuk raja Saul saat itu. Tidak ada seorangpun yang berani menghadapinya. Goliat merupakan gambaran masalah yang sangat besar, berat dan menyakitkan. Masalah yang membuat semua org takut dan gentar. Seolah-olah tidak ada jalan keluar.
Singkat cerita, Saul mendengar tentang keberanian Daud. Lalu memanggilnya, dan setelah Saul melihat Daud, keraguannya muncul karena melihat sosok Daud yang secara manusia rasanya tidak mungkin melawan Goliat. Masih banyak yang lebih layak secara ukuran manusia, yang memiliki postur tubuh lebih besar dari Daud dan lebih berpengalaman dalam perang.
1 Sam 17 : 33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”
Namun apa jawaban Daud ??
34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”
37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
Inilah kunci keberanian Daud sebab ia mengenal Allah yang disembahnya. Daud memiliki iman yg kuat bahwa Allah akan melepaskannya dari tangan orang Filistin itu. Daud tau betul akan sifat dan karakter Allah. Daud mengerti apa yang akan Allah kerjakan menurut kehendakNYA. Daud bukan hanya sekadar tau tentang Allah tetapi Daud sungguh2 mengimani dalam kehidupan. Daud bukan tipe hanya tau bahwa Allah akan menolongnya namun dia kabur dari peperangan. Bukan. Tetapi apa yang dilakukan Daud adalah maju berperang, ini memberi arti bahwa Daud bukan sekadar tau dengan pikirannya saja siapa Allahnya, tetapi juga dengan hatinya. Tidak ada keraguan sedikitpun pada diri Daud.
Pertanyaannya, darimana Daud bisa memiliki pengenalan akan Allah sedemikian hingga dia berani dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah besar di hadapannya ???
Jawabannya sangat sederhana yaitu melalui pengalaman hidup dengan Allah.
Ayat 37 : Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu”. Kalimat ini berarti ada pengalaman yang pernah dilalui Daud bersama Allah.
Daud memiliki pengalaman hidup bagaimana berjalan bersama Allah. Dia tau bahwa Allah yang sudah menolongnya menghadapi singa dan beruang, Allah yang sama juga akan melepaskannya dari Goliat. Daud mengenal Allahnya karena Daud memiliki pergaulan hidup yang intim dengan Tuhan. Daud belajar menerapkan janji-janji Allah dari hal-hal sederhana. Tahap demi tahap dalam pergaulan dengan Allah, Daud sudah melewati ujian-ujian dari Tuhan. Hingga harus menghadapi singa dan beruang. Semakin dia hidup intim dengan Allah, dan melewati ujian demi ujian, Allah membawa Daud kepada level yg lebih tinggi. Semua yang sudah dilewati merupakan batu loncatan dan merupakan “senjata pamungkas” yang akan selalu dibawa. Hingga akhirnya Daud kembali dihadapkan suatu masalah sebagai ujian imannya menghadapi Goliat. Dan dari sinilah awal kisah kehidupan Daud kelak menjadi raja Israel yg besar.
Pergaulan yang intim dengan Tuhan melalui pujian dan penyembahan membawa kita masuk dalam dimensi hadirat Allah, sebab hal itu merupakan dupa yang sangat harum di tahta Allah. Itu menyenangkan hati Allah, kita memberikan persembahan yang sangat berkenan, menjadikan diri kita gak ada apa2nya di mata Tuhan sebab hanya nama Allah saja yg kita agungkan, muliakan.
Melalui doa dan permohonan menjadikan diri kita kuat, sebab dengan doa dan permohonan kita hanya minta kepada Allah sebagai bukti penyerahan diri kita kepada kekuasaan Allah. Kita mengakui otoritas Allah atas hidup kita.
Melalui firman Tuhan menjadikan kita bertumbuh kuat dalam iman dan pengharapan kepada Allah yang benar. Kita jadi mengerti apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Kita menjadi mengerti apa yang berkenan dan menjadi kehendak Allah atas hidup kita. Roh kita semakin kuat dan dibangun diatas dasar pengenalan yang benar.
Melalui ujian hidup/masalah menjadikan kita naik ke level iman dan pengalaman2 spiritual lainnya. Kita semakin bertumbuh di dalam iman dan semakin mengenal akan sifat dan karakter Ilahi. Kita diajar untuk menjadi pelaku firman bukan hanya sebagai pendengar saja. Kita diajar oleh Tuhan menjadi prajurit yang militan, bukan menjadi anak gampangan yang manja.
Allah ijinkan Daud mengalami pengalaman menghadapi singa dan beruang karena Allah mengasihi Daud. Allah ingin Daud memiliki iman yang kuat dan mempersiapkan Daud untuk pengalaman rohani yang lebih besar. Menjadikan Daud sebagai pahlawan iman.
Bergaulah intim dengan Tuhan, kejarlah pengenalan akan Allah, dan ijinkanlah Allah membuktikan janji-janjiNya melalui masalah yang kita hadapai dari hal-hal sederhana.
Bagaimana Allah dapat menyatakan diri sebagai “Jehova Rophe”, Allah yang menyembuhkan, kalau keadaan sehat-sehat saja ???
Bagiamana Allah dapat menyatakan diri sebagai “Jehova Jireh”, Allah yang menyediakan, kalau keadaan hidup berkelimpahan ???
Justru dengan pengalaman seseorang sakit maka ada kesembuhan. Justru ada pengalaman orang susah kekurangan disitu Allah dapat berkarya menyatakan diri untuk mencukupi dan menyediakan kebutuhan.
Begitu juga dengan masalah-masalah yang kita hadapi, jika memang Allah ijinkan terjadi untuk kita hadapi berarti Allah ingin menyatakan diriNya pada kita sebagai Jehovah Nissi, Allah panji perangku. Ada saatnya hal-hal, masalah-masalah diijinkan terjadi untuk menguji iman kita dan Allah ingin menyatakan diriNya.
Dengan hidup intim dalam pergaulan dengan Tuhan, kita menjadi lebih mengenal Tuhan dan iman kita semakin kuat > menjadi percaya !!
Situasi dunia boleh saja mengancam kita, menakutkan kita. Krisis boleh datang dan mengancam. Masalah boleh berkunjung. Tetapi orang yang intim dengan Tuhan akan mengalami mukjizat. Mungkin saja keadaan tetap, tetapi hidupnya yang akan berubah, menjadi tidak takut lagi melainkan berani dan kuat menghadapi persoalan hidup, itu juga mukjizat. Selalu ada solusi. Namun kita mesti ingat, jangan bentuk Allah menjadi seperti yang kita mau, tetapi perkenankanlah Allah membentuk kita seperti rencanaNya, yang pasti akan indah pada akhirnya. Jangan dibalik. Banyak orang hanya memohon kepada Allah namun dengan “mengatur” Allah mesti melakukan sesuai apa yang diinginkannya. Ingat posisi kita adalah hamba/anak. Bukan bapa ataupun raja. Jadi bukan kita yang mengatur Tuhan.
Mazmur 37 : 5 * Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Sekalipun kita harus mengalami persoalan dan masalah, berjalan melewati lembah kekelaman namun kita tidak akan takut bahaya. Sekalipun kita harus mengalami jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangan kita.
Ini saatnya generasi Daud bangkit untuk mengubah gereja dan iman orang percaya, membawa dampak. Seperti Daud setelah mengalahkan Goliat membuat dampak yg luar biasa pada tentara Israel. Mereka yang tadinya hanya berdiam diri karena takut, setelah mengetahui bahwa Daud mengalahkan Goliat, maka bangkitlah tentara Israel mengejar orang2 Filistin. Ini mengambarkan bangkitnya iman orang percaya untuk berani menghadapi masalah dalam kehidupan.
Alkitab mencatat :
51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
52 Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron.
Daud yang penuh dgn iman membawa dampak luar biasa. Hasil kemenangan luar biasa. Tercatat bahwa tentara Israel menjadi berani dan mengejar-ngejar tentara Filistin, dan jumlah tentara Filistin yang mati atas pertempuran itu mulai dari Gat hingga Ekron. Jika merujuk pada peta alkitab, jaraknya sekitar 1cm, dengan skala 1:20km. Hitungan kasarnya jarak Gat dan Ekron 1cm atau sekitar 20km. Itulah jarak dimana orang-orang yang terbunuh. Fantastik, dampak atas sikap hidup Daud membawa efek yg luar biasa.
Akhir kata, hiduplah intim dengan Tuhan supaya kita semakin mengenalNya dan iman kita semakin bertumbuh. Kita menjadi percaya sepenuhnya. Dan keyakinan yang kuat ini menghasilkan mukjizat. Sekalipun apa yang kita alami tidak seperti yang kita harapkan, mukjizat tetap ada yaitu kasih penyertaan Bapa yang membuat kita berani melewati lembah kekelaman, melewati masalah-masalah, dan juga ketakutan, sebab Tuhan menyertai kita dengan tongkat dan gada. Sehingga kita kuat menghadapi pergumulan hidup. Berserah dan percaya saja !!!! Lakukan yang terbaik bagian kita yaitu tetap hidup di dalam kehendakNya, dan biarkan Allah lakukan bagianNya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya sebab mahkota kemenangan sedang menantinya !!! GBU all …
By. Chandra Juliar
— TJC — @Jkt020509
« Orang Kalah Drew Barrymore Kurus Akibat Grogi Saat Syuting »

