
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
Hubungan saya dengan kucing bukan hubungan yang mudah. Hubungan masa lalu saya dengan hewan ini agak muram nuansanya. Di masa kecil, saya melihat kakak lelaki saya marah sekali pada kucing kami karena ia memakan anak burung merpati kesayangannya.
Kucing itu ia usir dari rumah, dan kemarahan kakak, rasanya kami setujui. Walau setelah tua begini, saya mungkin dituntut berpikir lebih adil, setidaknya tidak memihak. Bahwa saat itu, keluarga kami miskin sekali. Jangankan untuk memberi makan kucing, untuk menafkahi perut kami sendiri saja sulitnya setengah mati. Maka logis jika kucing yang lapar itu akan melahap apa saja, apalagi dasarnya ia memang binatang pemburu. Read the rest of this entry »
Sejak anak saya meminta makan malam dengan menu nasi kucing yang telah saya ceritakan di kolom pertama itu, saya makin sering mengulang menu makan malam dengan cara yang sama dengan nasi kucing rasa yang sama: sambal ikan teri. Sudah nasinya nasi kucing, ikannya ikan teri pula.
Dua nama yang sama-sma mewakili pihak yang kecil, murah, kalah dan pinggiran. Tetapi sambil memelototi sekepal nasi dan sejumput teri itu, saya menatap betapa luar biasa peran si kecil dan si kalah itu bagi si besar dan si menang. Sulit membayangkan perang gerilya bisa kita peragakan jika cuma mengandalkan tentara yang serba cekak peralatan. Perang gerilya menjadi perang yang sulit dikalahkan karena ada rakyat di belakangnya. Dan rakyat yang menyembuyikan pejuang, menyokongnya dengan makanan apa saja itu, adalah pihak yang papa. Read the rest of this entry »
Ada di dalam hidup ini sebuah etape gelap, sebuah tahapan yang saya tidak mengerti bahkan sekadar kepantasan diri sendiri. Di zaman SMA, saya pernah ditegur teman sekelas agar saat di panggung dan memetik gitar, tidak terlalu bergaya. ”Yang wajar saja,” katanya.
Saya marah sekali pada teguran itu. Bukan karena kata-kata itu menyinggung perasaan, tetapi lebih pada bahwa ia ternyata menyatakan kebenaran. Saat itu belum musim dokumentasi video. Tapi agaknya saya tak memerlukan memutar rekaman diri sendiri untuk membuktikan kebenaran pernyataan teman ini. Read the rest of this entry »
