
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
Hari itu, aku melepas kepergian anakku dengan segenap rasa haru. Ada tas terselempang di bahu kecilnya, ada dua stick drum terselip di sela-selanya. Aku lepas dia hingga lenyap di tikungan jalan. Sementara ia tak nampak lagi aku masih terpaku di halaman.
Sebetulnya ritual ini ini amat berlebihan. Karena yang kusebut pergi itu bukan pergi jauh, bukan sekolah ke luar kota apalagi untuk pergi ke luar negeri. Yang kusebut pergi itu sesungguhnya hanya ngeloyor ke gang sebelah untuk kursus drum. Benar-benar cuma gang sebelah karena tempat kursus itu hanya berjarak beberapa rumah. Tetapi dasar kami ini keluaga kurang kerjaan, seberapapun jauh kepergian anak kami, itulah kepergian pertamanya hingga ia naik kelas empat SD. Read the rest of this entry »

