
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
Beginilah cara pendidikan kita menghargai kejujuran. Keponakan saya, kelas 3 SD, belum lama ini, menjadi bahan tertawaan keluarga karena gayanya menjawab soal tes di sekolahnya. Soal itu kurang lebih berbunyi berbunyi: Jika temanmu lupa membawa pensil ke sekolah, apa yang kamu lakukan? a. selalu meminjami, b. jarang, c. Tidak pernah.
Dari tiga jawaban itu, nilai tertinggi dipegang oleh nomor a, kedua b dan nilai terendah adalah jawaban c. Maksud soal ini jelas, bahwa nilai tertinggi diberikan pada anak yang berhati mulia, anak yang selalu menolong teman yang tengah susah. Persoalannya, pembuat soal ini tidak pernah menghitung, bahwa jenis kemuliaan semacam itu belum menjadi lahan urusan anak-anak seumur keponakan saya. Kedermawanan semacam itu adalah sebuah bangunan pikiran yang disusun para orang tua. Read the rest of this entry »

