<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AndieStuff &#124; A Web Design Studio based in Semarang, Central Java, Indonesia (GMT+7) &#187; Wise Stories</title>
	<atom:link href="http://www.andiestuff.com/articles/wise-stories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andiestuff.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 22:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Diberi Tanpa Meminta</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/diberi-tanpa-meminta/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/diberi-tanpa-meminta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 17:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Prie GS]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Dari rumah, saya diberi kemudahan untuk mengakses jalan tol. Tetapi di setiap kemudahan, selalu terselip kesulitan. Jalan yang saya masuki adalah sekadar sebuah sempalan dari jalan utama. Maka kepada arus utama, saya hanya bisa menunggu dan meminta jalan arus kendaraan yang berebut masuk ke gerbang tol. Jadi dibanding para pejalan di arus utama, kendaraan kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/priegs.png" alt="priegs" hspace="5" vspace="5" width="165" height="82" align="right" />Dari rumah, saya diberi kemudahan untuk mengakses jalan tol. Tetapi di setiap kemudahan, selalu terselip kesulitan. Jalan yang saya masuki adalah sekadar sebuah sempalan dari jalan utama. Maka kepada arus utama, saya hanya bisa menunggu dan meminta jalan arus kendaraan yang berebut masuk ke gerbang tol. Jadi dibanding para pejalan di arus utama, kendaraan kami hanyalah figuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Makin lama, makin tidak mudah untuk meminta jalan. Para pengendara dari arus utama itu selain makin padat, juga seperti layaknya pengendara jalan raya, punya seribu alasan untuk buru-buru, apalagi merasa sebagai para pendahulu. Kami figuran ini, sekadar diberi kesempatan jika ada waktu.<span id="more-820"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Logika ini sering membuat pengemudi keluarga kami tidak sabar. Ia tak bisa lagi menunggu, melainkan juga harus merebut. Ia harus meminta tempat sedemikian rupa, lebih tepatnya bukan meminta tetapi memaksa. Taktik ini memang hampir selalu berhasil. Dan inilah taktik yang memang hampir selalu diperagakan oleh penghuni jalur sempalan seperti kami. Harus merebut, karena kami tak bisa cuma hanya menunggu sebuah pemberian yang tidak menentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi hukum paradoks itu kembali bekerja: jika di setiap kemudahan ada kesulitan, di setiap keberhasilan juga selalu terselip kegagalan. Karena meskipun kami berhasil merebut jalur, ada saja pihak yang merasa jalurnya terebut dengan paksa. Selalu ada mata yang melotot, ada klakson yang menyalak dan selalu ada kegiatan adu gertak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada kalanya kami yang nekat tancap gas dan memaksa mereka mengalah sambil menyumpah serapah, adakalanya kamilah yang harus berlaku sebaliknya karena kenekatan sudah lebih dulu mereka peragakan. Hukum jalan raya sebetulnya sederhana, jika dia berani, saya akan berhenti. Jika saya berhenti dia berani. Kalau kebetulan kami sama-sama berani, juga sederhana: tingal tabrakan begitu saja. Tetapi kemungkinan ketiga, sejauh ini jarang terjadi kecuali kami sudah benar-benar ingin berususan dengan polisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karenanya setiap kali kami memasuki jalan tol lewat rute sempalan ini, selalu tegang oleh sebuah persoalan yang terbayangkan. Pasti akan ada klakson menyalak, ada mata melotot, ada adu gertak. Selama saya merebut, selalu akan ada kemarahan dari pihak yang direbut. Maka jika tak ingin membuat marah pihak yang direbut, harus tidak dengan cara merebut. Tetapi mungkinkah menolak berebut di jalan yang berebut? Mungkin. Setidaknya, saya mengajak pengemudi keluarga kami melakukan uji coba. &#8220;Tunggu saja, sampai ada orang baik hati memberikan jalannya,&#8221; kata saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka tugas kami hanya mendekat pelan-pelan ke jalur utama dengan kesiapan mengalah sepenuhnya. Selalu ada orang-orang yang tak peduli pada kami, tetapi setelah sekian ketidak pedulian selalu muncul kepedulian pada akhirnya. Selalu ada orang yang peduli di tengah yang tak peduli. Lama-lama kami sepakat dengan pola ini. Dan sejak itu, kami lebih banyak menuai sukses memasuki jalur utama secara lebih menyenangakan, tanpa klakson tanpa bentakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap masuk ke jalan tol ini saya semakin meyakini tentang hukum meminta dan memberi. Bahwa selalu ada kecenderungan dari setiap manusia untuk memberi. Hukum ini sungguh terus bekerja karenanya manusia tak perlu harus takut kehilangan. Hukum itu bekeja terutama ketika ada pihak yang membutuhkan. Jadi saat antre ke jalan utama itu saya cuma menyodorkan kebutuhan, bukan keinginan. Terhadap pihak yang ingin: ingin buru-buru, ingin segera diberi tempat, ingin didahulukan, ternyata cuma mengundang ketidakpedulian. Tetapi kepada pihak yang butuh jalan, jalan itu selalu akan dibukakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/diberi-tanpa-meminta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Kecerdasan Malaysia</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/belajar-dari-kecerdasan-malaysia/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/belajar-dari-kecerdasan-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 19:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Prie GS]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Masih mengingat Amy Search yang melambung gara-gara “Isabella”? Atau masih pula mengingat betapa jadi meriahnya dunia musik kita gara-gara masuknya penyanyi Negeri Jiran, Siti Nurhaliza, dengan lagunya “Betapa Kucinta Padamu” dulu itu?

Boleh dibilang itu adalah invasi Malaysia ke tanah kita. Invasi yang tak membahayakan, karena apa sih yang bisa membahayakan dari sebuah karya seni itu?
Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://i37.tinypic.com/2qlvdpy.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Masih mengingat Amy Search yang melambung gara-gara “Isabella”? Atau masih pula mengingat betapa jadi meriahnya dunia musik kita gara-gara masuknya penyanyi Negeri Jiran, Siti Nurhaliza, dengan lagunya “Betapa Kucinta Padamu” dulu itu?</p>
<p style="text-align: justify;">
Boleh dibilang itu adalah invasi Malaysia ke tanah kita. Invasi yang tak membahayakan, karena apa sih yang bisa membahayakan dari sebuah karya seni itu?<br />
Dan lagi, invasi itu hanya dilakukan oleh segelintir musikus saja. Puncaknya? Ya hanya Siti Nurhaliza itu saja. Invasi yang terbatas, sehingga industri musik kita pun tak pantas panas.<span id="more-798"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun beda dengan apa yang dialami oleh negara tetangga kita itu. Ternyata tanpa pernah kita sadari bersama-sama, para musikus kita sudah mengancam industri musik mereka. Beberapa waktu lalu, ada selentingan menguar bahwa pemerintah Malaysia akan membatasi masuknya musik-musik Indonesia ke wilayah mereka. Hal ini bisa terjadi berdasar pada kenyataan yang memang mengenaskan, bahwa produksi musik lokal mereka turun dari tahun ke tahun gara-gara invasi musikus kita. Bila di tahun 1996 keuntungan pasar musik lokal bisa mencapai 945 milliar (dalam rupiah), tahun 2008 ini hanya mencapai 180 milliar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemusik lokal tak digemari di sana. Publik Malaysia lebih memilih untuk mendengarkan lagu-lagu kita, seperti Radja, Ratu, Dewa, atau Peterpan. Musik asal Indonesia mendominasi radio juga televisi Malaysia. Bahkan prosentase yang ada, musik Indonesia mengambil jatah hingga 75 % di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah berencana membatasi dan mencekal, dan persatuan radio swasta mereka pun resah. Bagaimana tak resah? Bila hanya lagu-lagu Indonesia saja yang laku di sana?</p>
<p style="text-align: justify;">Proses pencekalan sebenarnya sudah terjadi sangat lama. Apapun yang asalnya dari Indonesia, dalam hal ini tentu saja menyoal karya seni, akan terkena cekal bila terlalu mendominasi. Pada 5 Desember 2007 pementasan barongan pernah kena cekal, tak diperbolehkan lagi unjuk gigi di event-event resmi. Lantas di jalur musik, Ratu dan Sheila on 7 pun pernah dilarang masuk lagi kesana. Alasannya? Sheila on 7 dan Ratu dianggap tak santun karena menggunakan kata-kata yang seronok untuk judul hit singlenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cekal demi cekal terus berlanjut. Gejolak pun tentu saja ada. Di berbagai bilik chat, komentar pedas melayang menyayangkan keputusan pemerintah Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus bagaimana dengan musisi kita? Mereka ternyata tak terlalu terusik. Rossa yang lagu-lagunya laku keras di sana memang menyayangkan. Namun D’Massive, band yang tengah naik daun dan dielu-elukan publik Malaysia menanggapi semuanya dengan santai.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita sih santai saja. Tanggal 17-19 Oktober nanti kita juga mau konser di situ kok,” ujar Rian sang vokalis saat ditemui di Blok M Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (10/9) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan Ebiet G. Ade.“Saya pikir penyanyi kita tidak dirugikan dengan adanya pembatasan itu, sebab selama ini mereka ke sana juga hanya sebagai sambilan saja, omzetnya tentu saja lebih besar yang di dalam negeri.” begitu jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila proses pembatasan masuknya musik Indonesia akhirnya memang jadi dilaksanakan, Malaysia memang terkesan tak adil. Toh kita sendiri juga tak pernah membatasi masuknya karya seni mereka ke Tanah Air. Bahkan Siti Nurhaliza pun malah dielu-elukan dengan gegap gempita di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyikapinya, bolehlah kita jadi menghujat, namun akan lebih baik lagi bila kita juga jadi bercermin. Belajar dari sikap pemerintah Malaysia itu, yang sebenarnya hanya mencoba untuk melindungi seni dalam negerinya sendiri, hanya terlalu mencintai budaya ciptaan sendiri saja. Bila kita bisa bersikap sama, tapi tentu saja dengan implementasi yang lebih cerdas ketimbang membetot paksa telinga masyarakat seperti yang dilakukan oleh Malaysia itu, mungkin saja kebudayaan-kebudayaan serta pulau-pulau kita tak lagi akan terampas di masa yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/belajar-dari-kecerdasan-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Unity</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 18:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Kebersamaan merupakan hal yang terbaik di dalam hidup kita..
Mungkin selama ini kita tidak pernah sadar bahwa kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita..
Ketika kita mempunyai kerabat, teman, dan seseorang yang menyayangi kita..
Sesungguhnya hal tersebut adalah harta yang termahal..
Kebersamaan memang merupakan bagian dari kasih..
Kebersamaan memang memberikan arti di dalam kehidupan..
Kebersamaan membuat seseorang perduli satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://img1.picturewizard.com/1328EF8/0/unity.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Kebersamaan merupakan hal yang terbaik di dalam hidup kita..<br />
Mungkin selama ini kita tidak pernah sadar bahwa kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita..<br />
Ketika kita mempunyai kerabat, teman, dan seseorang yang menyayangi kita..<br />
Sesungguhnya hal tersebut adalah harta yang termahal..</p>
<p style="text-align: justify;">Kebersamaan memang merupakan bagian dari kasih..<br />
Kebersamaan memang memberikan arti di dalam kehidupan..<br />
Kebersamaan membuat seseorang perduli satu dengan yang lainnya..<br />
Dan kebersamaan membuat kita saling mengasah satu dengan yang lainnya..</p>
<p style="text-align: justify;">Pengasahan merupakan bagian dari kebersamaan yang saling menguatkan..<br />
Pengasahan memang bukanlah hal yang menyenangkan..<br />
Terkadang bahkan pengasahan bisa membuat dirimu terkikis dari duniamu yang nyaman..<br />
Dan membuat harga dirimu merasa perih dan terluka..<span id="more-704"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun pengasahan membuat sebuah kebersamaan menjadi suatu kekuatan yang besar..<br />
Yang sanggup mengubah batu intan menjadi berlian yang indah..<br />
Yang sanggup untuk memurnikan kejernihan batu kristal..<br />
Dan sanggup untuk mengubah kelemahan menjadi suatu kekuatan yang membangun..</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kasih, tidak akan ada kebersamaan..<br />
Kasih memang ditunjukkan dalam senyuman..<br />
Kasih memang ditunjukkan dari keperdulian yang membangun..<br />
Tetapi kasih juga ditunjukkan melalui pengasahan..</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang hatimu begitu tertusuk ketika seseorang menasehati dirimu..<br />
Atau dirimu begitu merasa kesal ketika seseorang memarahi dirimu karena kesalahan yang kau perbuat..<br />
Namun tahukah dirimu..<br />
Bahwa sesungguhnya keberadaan orang yang menasehati maupun memarahimu adalah suatu pertolongan yang terkadang tak pernah kau sadari..<br />
Dan hal tersebut sesungguhnya merupakan pengasahan yang diberikannya kepadamu..<br />
Sebagai bukti bahwa ia sangat mengasihimu lebih dari yang kau tahu..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ketika ia mau untuk bersamamu dan memberikan teguran..<br />
Itulah bukti kasih dan keperduliannya padamu..<br />
Karena kasihnya ia mau untuk memperdulikanmu untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik..<br />
Karena keperduliannya ia mau untuk menegurmu meskipun ia tahu, hal tersebut mungkin dapat membuatmu berpikiran negatif mengenai dirinya..</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa pengasahan, tidak akan ada kekuatan yang membangun..<br />
Tanpa pengasahan, tidak akan ada pembentukan karakter yang akan menyatukan perbedaan yang ada di antara setiap orang..<br />
Tanpa pengasahan, tidak akan ada keperdulian satu sama lain..<br />
Dan tanpa pengasahan, tidak akan ada kebersamaan yang saling menguatkan..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena jika kita tidak saling mengasah satu sama lain..<br />
Kita tidak akan pernah memperdulikan nasib sahabat kita yang hampir terjatuh ke dalam jurang..<br />
Namun ketika kita mau untuk mengasah satu sama lain..<br />
Kita membangun suatu keperdulian yang merupakan dasar yang kuat untuk pembentukan karakter yang baik diantara kita..<br />
Dan satu hal yang harus kita ketahui..<br />
Karakter yang baik akan membentuk suatu kekuatan di dalam kebersamaan..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ketika kita kuat di dalam kebersamaan..<br />
Kita akan sanggup melewati badai bersama-sama..<br />
Kita akan sanggup melawan musuh dan menghadapi gelombang hidup yang tiada habisnya..<br />
Dan ketika kau merasakan indahnya suatu kebersamaan yang kuat..<br />
Disitulah kau akan merasakan kasih sayang dan keperdulian yang besar ..<br />
Dan itulah harta termahal yang akan memberikan kedamaian bagi jiwamu untuk selamanya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Bersyukur</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 18:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mengerti akan arti sebuah kata syukur?
Pernahkah anda mengetahui akan keindahan sebuah rasa terima kasih?
Atau pernahkah bibir anda mengucapkan terima kasih atas semua hal yang anda terima?
Dan pernahkah anda merasakan bahwa semua yang diterima ini adalah hal yang terbaik yang dikaruniakan Sang Pencipta?
Terkadang kita tidak menyadari akan keindahan suatu pengucapan syukur..
Dan hati ini kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://img1.picturewizard.com/1328EF8/0/bersyukur.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Pernahkah anda mengerti akan arti sebuah kata syukur?<br />
Pernahkah anda mengetahui akan keindahan sebuah rasa terima kasih?<br />
Atau pernahkah bibir anda mengucapkan terima kasih atas semua hal yang anda terima?<br />
Dan pernahkah anda merasakan bahwa semua yang diterima ini adalah hal yang terbaik yang dikaruniakan Sang Pencipta?</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang kita tidak menyadari akan keindahan suatu pengucapan syukur..<br />
Dan hati ini kadang terlalu beku untuk menerima semua hal yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik bagi kita.<br />
Tetapi pengucapan syukur merupakan suatu hal yang indah..<br />
Yang akan memberikan kelegaan di dalam jiwa anda dan kita semua.<span id="more-701"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin timbul pertanyaan di dalam hidup ini,<br />
Bagaimanakah aku dapat mengucap syukur atas apa yang kuterima..<br />
Padahal semua hal yang diberikan padaku tidak sanggup untuk kulakukan..</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saudara merasa tidak sanggup..<br />
Dan mengerjakan segala sesuatunya dengan bersungut-sungut..<br />
Sesungguhnya saudara tidak akan mendapatkan apa-apa..<br />
Segala anugerah dan berkatNya tidak akan saudara terima..<br />
Karena ketika bersungut-sungut dan merasa tidak sanggup..<br />
Sesungguhnya saudara meragukan berkat yang akan diberikan oleh Sang Pencipta pada kehidupan saudara.<br />
Dan meragukan bahwa Sang Pencipta sanggup untuk menolong dan memberikan hal terbaik di dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya tidak ada hal yang tidak sanggup kita lakukan..<br />
Dan tidak ada tebing yang terlalu terjal bagi kita.<br />
Karena ketika kita mengucap syukur atas apa yang menjadi tanggung jawab kita..<br />
Maka Ia akan memberikan kepada kita kesanggupan atas apa yang kita lakukan..<br />
Dan memberikan kekuatan ketika diri kita merasa lemah..</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika pengucapan syukur mengalir dari bibir anda.<br />
Sang Pencipta akan mendengar dan tersenyum..<br />
Dan Ia-pun akan dengan senang hati memberikan berkatNya pada anda..<br />
Karena Ia sangat senang jika saudara ikhlas dan mempercayaiNya..<br />
Dan keikhlasan saudara merupakan wujud dari rasa syukur anda kepadaNya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah Selagi Kau Mampu Bersyukur</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:
Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah.
Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses.
Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:</strong></p>
<p>Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang<br />
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya<br />
<strong><br />
Tapi pernahkah kita bertanya:</strong></p>
<p>Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang.</p>
<p style="text-align: justify;">Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sampai sekali sampai rela bekerja apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">
Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar.</p>
<p>Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?</p>
<p>Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan?</p>
<p>Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?</p>
<p>Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri… bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur&#8230;.</p>
<p>sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Orang Spesial</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/mencintai-orang-spesial/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/mencintai-orang-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya.Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.
Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya.Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.</p>
<p>Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.<span id="more-627"></span></p>
<p>Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu.</p>
<p>Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut</p>
<p>Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.</p>
<p>Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu.</p>
<p>Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.</p>
<p>Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka.</p>
<p>Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita.</p>
<p>Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama.</p>
<p>Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan.</p>
<p>Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu ??</p>
<p>Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada.</p>
<p>Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga!</p>
<p>Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh didalam hati mereka.</p>
<p>Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu.</p>
<p>Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar.</p>
<p>Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.</p>
<p>Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba.</p>
<p>Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju.</p>
<p>Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.</p>
<p>Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walapun mereka telah dikecewakan.</p>
<p>Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.</p>
<p>Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.</p>
<p>Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu.</p>
<p>Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.</p>
<p>Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah.</p>
<p>Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.</p>
<p>Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia.</p>
<p>Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.</p>
<p>Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk mmbuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.</p>
<p>Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain.</p>
<p>Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.</p>
<p>Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.</p>
<p>Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita.</p>
<p>Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.</p>
<p>Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal.</p>
<p>Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka.</p>
<p>Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba.</p>
<p>Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.</p>
<p>Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata.</p>
<p>Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.</p>
<p>Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.</p>
<p>Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.</p>
<p>Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/mencintai-orang-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Kita Sombongkan?</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/apa-yang-kita-sombongkan/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/apa-yang-kita-sombongkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”</p>
<p>Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.<span id="more-625"></span></p>
<p>Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”</p>
<p>Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p>Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p>Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p>Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p>Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.</p>
<p>Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p>Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.</p>
<p>Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.</p>
<p>Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/apa-yang-kita-sombongkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Belajar pada Beruang</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/mari-belajar-pada-beruang/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/mari-belajar-pada-beruang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[SEEKOR beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.
Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya… hup… ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">SEEKOR beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.</p>
<p>Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya… hup… ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, “Wahai beruang, tolong lepaskan aku.”<span id="more-622"></span></p>
<p>“Mengapa,” tanya sang beruang.</p>
<p>“Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu,” rintih sang ikan.</p>
<p>“Lalu kenapa?” tanya beruang lagi.</p>
<p>“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu,” kata ikan.</p>
<p>“Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?” tanya beruang.</p>
<p>“Mengapa?” ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.</p>
<p>“Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!” jawab beruang sambil tersenyum mantap.</p>
<p>“Ops!” teriak sang ikan, nyaris tersedak.</p>
<p>Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : “Ohhh….Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu…?”</p>
<p>Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.</p>
<p>Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/mari-belajar-pada-beruang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingatlah Orang Tuamu!</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/ingatlah-orang-tuamu/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/ingatlah-orang-tuamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, marilah kita menyisihkan waktu sedikit, untuk mengingat kembali seluruh masa kehidupan kita, dari tangis pertama. Pasti, kalau kita mau jujur, terlalu banyak telah kesakitan yang kita berikan untuk orang tua kita. Beberapa di bawah ini hanya bagian kecil saja. Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini, marilah kita menyisihkan waktu sedikit, untuk mengingat kembali seluruh masa kehidupan kita, dari tangis pertama. Pasti, kalau kita mau jujur, terlalu banyak telah kesakitan yang kita berikan untuk orang tua kita. Beberapa di bawah ini hanya bagian kecil saja. Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam. Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kamu kabur waktu dia memanggilmu</p>
<p>Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu ke lantai<br />
<span id="more-620"></span><br />
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna. Sebagai balasannya, kamu corat coret tembok rumah dan meja makan</p>
<p>Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah. Sebagai balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur</p>
<p>Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kamu berteriak “NGGAK MAU,!”</p>
<p>Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kamu melemparkan bola ke jendela tetangga</p>
<p>Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai dalasannya, kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu</p>
<p>Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu. Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar</p>
<p>Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang, sampai pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam</p>
<p>Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop. Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di barisan lain</p>
<p>Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa. Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah</p>
<p>Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kamu bilang dia tidak tahu mode</p>
<p>Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan,. Sebagai balasannya, kamu nggak pernah menelponnya.</p>
<p>Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kamu kunci pintu kamarmu</p>
<p>Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil. Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya</p>
<p>Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting. Sebagai balasannya, kamu pakai telpon nonstop semalaman</p>
<p>Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA. Sebagai balasannya, kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi</p>
<p>Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.</p>
<p>Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”</p>
<p>Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu. Sebagai balasannya, kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”</p>
<p>Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi. Sebagai balasanmu, kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri</p>
<p>Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu</p>
<p>Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan. Sebagai balasannya, kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”</p>
<p>Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.</p>
<p>Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”</p>
<p>Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu. Sebagai balasannya, kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”</p>
<p>Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya</p>
<p>dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan,<br />
dan itu menghantam hatimu bagaikan pukulan godam.</p>
<p>Maka, jika orangtuamu masih ada, berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah kamu berikan selama ini. Jika orang tuamu telah tiada, ingatlah kasih sayang dan cintanya yang tanpa syarat dan tulus.</p>
<p>Do’akanlah selalu orang tua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita agar selalu mendapat Berkah dan Rahmat-NYA<br />
Hidup ini hanya sekali untuk itu berbuatlah yang terbaik kepada sesama walaupun hanya melalui doa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/ingatlah-orang-tuamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tunjukkan Kasih Sayang Selagi Sempat</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/tunjukkan-kasih-sayang-selagi-sempat/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/tunjukkan-kasih-sayang-selagi-sempat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, “Nanti roti ini dimakan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, “Nanti roti ini dimakan di kantor saja”.</p>
<p>Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.<span id="more-617"></span></p>
<p>“Mbak, harga bunga ini berapa?” tanyanya kepada pelayan toko.<br />
“Lima puluh ribu rupiah”, jawab sang pelayan.<br />
Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali, “Kalau bunga yang ini berapa?” .<br />
“Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!” jawab sang pelayan.<br />
“Kalau yang ini berapa?” tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi.<br />
“Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!” jawab sang pelayan.<br />
Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus.<br />
Dengan sedih ia bertanya, “Adakah bunga yang harganya lima ribu?”</p>
<p>Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, “Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?”</p>
<p>Kemudian anak ini menjawab, “Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!”</p>
<p>Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, “Wah… mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!”</p>
<p>Segera ia berkata kepada pelayan toko, “Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli dua ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya,” katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi.</p>
<p>Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil. Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.</p>
<p>Kemudian ia bertanya, “Nak, ini kuburan siapa?”<br />
Anak kecil itu kemudian menjawab, “Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun.”<br />
Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.</p>
<p>“Apakah isteriku masih hidup saat ini?” tanyanya dalam hati.</p>
<p>Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, “Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya.”<br />
Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang. Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya.</p>
<p>“Puji Tuhan! Isteriku masih hidup!” Sambil memberikan bunga ia berkata, “Isteriku, selamat ulang tahun”. Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, “Terima kasih, Tuhan. Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/tunjukkan-kasih-sayang-selagi-sempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
