
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
Dari rumah, saya diberi kemudahan untuk mengakses jalan tol. Tetapi di setiap kemudahan, selalu terselip kesulitan. Jalan yang saya masuki adalah sekadar sebuah sempalan dari jalan utama. Maka kepada arus utama, saya hanya bisa menunggu dan meminta jalan arus kendaraan yang berebut masuk ke gerbang tol. Jadi dibanding para pejalan di arus utama, kendaraan kami hanyalah figuran.
Makin lama, makin tidak mudah untuk meminta jalan. Para pengendara dari arus utama itu selain makin padat, juga seperti layaknya pengendara jalan raya, punya seribu alasan untuk buru-buru, apalagi merasa sebagai para pendahulu. Kami figuran ini, sekadar diberi kesempatan jika ada waktu. Read the rest of this entry »
Masih mengingat Amy Search yang melambung gara-gara “Isabella”? Atau masih pula mengingat betapa jadi meriahnya dunia musik kita gara-gara masuknya penyanyi Negeri Jiran, Siti Nurhaliza, dengan lagunya “Betapa Kucinta Padamu” dulu itu?
Boleh dibilang itu adalah invasi Malaysia ke tanah kita. Invasi yang tak membahayakan, karena apa sih yang bisa membahayakan dari sebuah karya seni itu?
Dan lagi, invasi itu hanya dilakukan oleh segelintir musikus saja. Puncaknya? Ya hanya Siti Nurhaliza itu saja. Invasi yang terbatas, sehingga industri musik kita pun tak pantas panas. Read the rest of this entry »
