<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AndieStuff &#124; A Web Design Studio based in Semarang, Central Java, Indonesia (GMT+7) &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://www.andiestuff.com/articles/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andiestuff.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 22:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anak-anak, Hantu dan Kita</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/anak-anak-hantu-dan-kita/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/anak-anak-hantu-dan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 17:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Prie GS]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah sekerumun warga di sebuah kompleks perumahan yang tengah dibuat bingung oleh keranda. Di mana gerangan ranjang mayat itu harus diletakkan? &#8220;Di kuburan,&#8221; kata seorang warga. Semua setuju, sampai seorang pamong desa melontarkan fakta baru. &#8220;Akan rusak oleh panas dan hujan,&#8221; katanya. &#8220;Kita buatkan perlindungan, semacam rumah-rumahan,&#8221; usul warga. &#8220;Pemilik kuburan akan keberatan. Kita cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/priegs.png" alt="priegs" hspace="5" vspace="5" width="165" height="82" align="right" />Tersebutlah sekerumun warga di sebuah kompleks perumahan yang tengah dibuat bingung oleh keranda. Di mana gerangan ranjang mayat itu harus diletakkan? &#8220;Di kuburan,&#8221; kata seorang warga. Semua setuju, sampai seorang pamong desa melontarkan fakta baru. &#8220;Akan rusak oleh panas dan hujan,&#8221; katanya. &#8220;Kita buatkan perlindungan, semacam rumah-rumahan,&#8221; usul warga. &#8220;Pemilik kuburan akan keberatan. Kita cuma penyewa,&#8221; jawab sang pamong. Semua terdiam, sampai seorang lain lagi nyeletuk: &#8220;Di masjid!&#8221; Usul yang disambut gembira, walau kemudian harus berbuntut panjang, nyaris menyerupai pertengkaran.<span id="more-818"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8221;Yang setuju pasti rumahnya jauh dari masjid!&#8221; kata seorang yang lain. Semua kaget, saling pandang dan akhirnya saling hitung. Benar juga. Jumlah mereka memang tak seimbang. Maka muncullah dua kelompok baru, si jauh sebagai mayoritas dan si dekat sebagai minoritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok ini segera membelah diri secara otomatis, membentuk koloni baru atas nama perasaan senasib sepenanggungan. &#8221;Masjid akan jadi angker,&#8221; kata yang satu. &#8221;Anak-anak akan ketakutan, masjid akan sepi dari kegiatan,&#8221; kata yang lain. &#8221;Keranda biasa bergerak sendiri jika akan ada orang mati.&#8221; &#8221;Saya yang paling rugi. Pasaran rumah saya akan merosot jika dijual,&#8221; timpal yang lain bersahut-sahutan. Dalam waktu singkat, kelompok dekat masjid ini siap mengibarkan bendera sebagai pihak yang teraniaya. Sungguh, reaksi yang tak pernah diduga dan harus disikapi secara waspada.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka datanglah kompromi pertama. &#8221;Kenapa masjid? Karena ia adalah fasilitas umum,&#8221; kata si jauh berhati-hati, bergaya persuasi. Argumentasi ini hampir disetujui jika saja si dekat telah memutuskan untuk menyerah. Tapi sebutan &#8221;fasilitas umum&#8221; itu malah memercikkan inspirasi baru. &#8221;Jika batasannya cuma fasilitas umum, kita punya taman, punya balai RW di dekat rumah sampean. Lebih ideal buat tempat keranda!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Usul ini lagi-lagi membuka perdebatan baru. Karena warga di dekat taman dan balai RW mulai tersinggung. &#8221;Fasilitas umum tak cuma itu. Masih ada gardu jaga!&#8221; Dan lontaran ini memicu ide berikutnya. &#8221;Berarti ada empat fasilitas umum. Bagi saja keranda itu menjadi empat bagian untuk disimpan di empat tempat!&#8221;. &#8221;Itu masih kurang adil, karena beban cuma terkonsentrasi di fasilitas umum. Sebar ke semua wilayah RT.&#8221; &#8221;Itu masih belum adil. Kasihan yang jadi RT. Bagi sebanyak rumah warga. Toh orang-orang di rumah itu juga bakal mati!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat usul penghabisan ini sungguh dramatik. Semua warga membisu. Usul ini hebat tapi membingungkan. Ia gampang disetujui tapi sulit dijalankan. Akhirnya denga suara serak, menyerupai orang putus asa, pamong desa menutup pertemuan dengan pesan: &#8221;Harus sudah disepakati sebelum di antara kita ada yang mati.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan pun bubar. Hingga tulisan ini diturunkan, keranda itu masih berada entah di mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara anak-anak yang dikhawatirkan akan menderita itu terlihat asyik berlari-lari riang. Serba tak peduli dan asyik menikmati dunianya sendiri. Bisa jadi mereka takut hantu, tapi ketakutan itu, kita pula yang mengajarkan. Maka terhadap keranda itu, bukan anak-anak benar, tapi kita pula yang ketakutan. Ya, betapa anak-anak sering menjadi perisai bagi kekalutan orang tuanya. (03)</p>
<p style="text-align: justify;">(PrieGS/)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/anak-anak-hantu-dan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Unity</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 18:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Kebersamaan merupakan hal yang terbaik di dalam hidup kita..
Mungkin selama ini kita tidak pernah sadar bahwa kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita..
Ketika kita mempunyai kerabat, teman, dan seseorang yang menyayangi kita..
Sesungguhnya hal tersebut adalah harta yang termahal..
Kebersamaan memang merupakan bagian dari kasih..
Kebersamaan memang memberikan arti di dalam kehidupan..
Kebersamaan membuat seseorang perduli satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://img1.picturewizard.com/1328EF8/0/unity.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Kebersamaan merupakan hal yang terbaik di dalam hidup kita..<br />
Mungkin selama ini kita tidak pernah sadar bahwa kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita..<br />
Ketika kita mempunyai kerabat, teman, dan seseorang yang menyayangi kita..<br />
Sesungguhnya hal tersebut adalah harta yang termahal..</p>
<p style="text-align: justify;">Kebersamaan memang merupakan bagian dari kasih..<br />
Kebersamaan memang memberikan arti di dalam kehidupan..<br />
Kebersamaan membuat seseorang perduli satu dengan yang lainnya..<br />
Dan kebersamaan membuat kita saling mengasah satu dengan yang lainnya..</p>
<p style="text-align: justify;">Pengasahan merupakan bagian dari kebersamaan yang saling menguatkan..<br />
Pengasahan memang bukanlah hal yang menyenangkan..<br />
Terkadang bahkan pengasahan bisa membuat dirimu terkikis dari duniamu yang nyaman..<br />
Dan membuat harga dirimu merasa perih dan terluka..<span id="more-704"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun pengasahan membuat sebuah kebersamaan menjadi suatu kekuatan yang besar..<br />
Yang sanggup mengubah batu intan menjadi berlian yang indah..<br />
Yang sanggup untuk memurnikan kejernihan batu kristal..<br />
Dan sanggup untuk mengubah kelemahan menjadi suatu kekuatan yang membangun..</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kasih, tidak akan ada kebersamaan..<br />
Kasih memang ditunjukkan dalam senyuman..<br />
Kasih memang ditunjukkan dari keperdulian yang membangun..<br />
Tetapi kasih juga ditunjukkan melalui pengasahan..</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang hatimu begitu tertusuk ketika seseorang menasehati dirimu..<br />
Atau dirimu begitu merasa kesal ketika seseorang memarahi dirimu karena kesalahan yang kau perbuat..<br />
Namun tahukah dirimu..<br />
Bahwa sesungguhnya keberadaan orang yang menasehati maupun memarahimu adalah suatu pertolongan yang terkadang tak pernah kau sadari..<br />
Dan hal tersebut sesungguhnya merupakan pengasahan yang diberikannya kepadamu..<br />
Sebagai bukti bahwa ia sangat mengasihimu lebih dari yang kau tahu..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ketika ia mau untuk bersamamu dan memberikan teguran..<br />
Itulah bukti kasih dan keperduliannya padamu..<br />
Karena kasihnya ia mau untuk memperdulikanmu untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik..<br />
Karena keperduliannya ia mau untuk menegurmu meskipun ia tahu, hal tersebut mungkin dapat membuatmu berpikiran negatif mengenai dirinya..</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa pengasahan, tidak akan ada kekuatan yang membangun..<br />
Tanpa pengasahan, tidak akan ada pembentukan karakter yang akan menyatukan perbedaan yang ada di antara setiap orang..<br />
Tanpa pengasahan, tidak akan ada keperdulian satu sama lain..<br />
Dan tanpa pengasahan, tidak akan ada kebersamaan yang saling menguatkan..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena jika kita tidak saling mengasah satu sama lain..<br />
Kita tidak akan pernah memperdulikan nasib sahabat kita yang hampir terjatuh ke dalam jurang..<br />
Namun ketika kita mau untuk mengasah satu sama lain..<br />
Kita membangun suatu keperdulian yang merupakan dasar yang kuat untuk pembentukan karakter yang baik diantara kita..<br />
Dan satu hal yang harus kita ketahui..<br />
Karakter yang baik akan membentuk suatu kekuatan di dalam kebersamaan..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ketika kita kuat di dalam kebersamaan..<br />
Kita akan sanggup melewati badai bersama-sama..<br />
Kita akan sanggup melawan musuh dan menghadapi gelombang hidup yang tiada habisnya..<br />
Dan ketika kau merasakan indahnya suatu kebersamaan yang kuat..<br />
Disitulah kau akan merasakan kasih sayang dan keperdulian yang besar ..<br />
Dan itulah harta termahal yang akan memberikan kedamaian bagi jiwamu untuk selamanya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/the-power-of-unity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Bersyukur</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 18:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mengerti akan arti sebuah kata syukur?
Pernahkah anda mengetahui akan keindahan sebuah rasa terima kasih?
Atau pernahkah bibir anda mengucapkan terima kasih atas semua hal yang anda terima?
Dan pernahkah anda merasakan bahwa semua yang diterima ini adalah hal yang terbaik yang dikaruniakan Sang Pencipta?
Terkadang kita tidak menyadari akan keindahan suatu pengucapan syukur..
Dan hati ini kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://img1.picturewizard.com/1328EF8/0/bersyukur.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Pernahkah anda mengerti akan arti sebuah kata syukur?<br />
Pernahkah anda mengetahui akan keindahan sebuah rasa terima kasih?<br />
Atau pernahkah bibir anda mengucapkan terima kasih atas semua hal yang anda terima?<br />
Dan pernahkah anda merasakan bahwa semua yang diterima ini adalah hal yang terbaik yang dikaruniakan Sang Pencipta?</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang kita tidak menyadari akan keindahan suatu pengucapan syukur..<br />
Dan hati ini kadang terlalu beku untuk menerima semua hal yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik bagi kita.<br />
Tetapi pengucapan syukur merupakan suatu hal yang indah..<br />
Yang akan memberikan kelegaan di dalam jiwa anda dan kita semua.<span id="more-701"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin timbul pertanyaan di dalam hidup ini,<br />
Bagaimanakah aku dapat mengucap syukur atas apa yang kuterima..<br />
Padahal semua hal yang diberikan padaku tidak sanggup untuk kulakukan..</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saudara merasa tidak sanggup..<br />
Dan mengerjakan segala sesuatunya dengan bersungut-sungut..<br />
Sesungguhnya saudara tidak akan mendapatkan apa-apa..<br />
Segala anugerah dan berkatNya tidak akan saudara terima..<br />
Karena ketika bersungut-sungut dan merasa tidak sanggup..<br />
Sesungguhnya saudara meragukan berkat yang akan diberikan oleh Sang Pencipta pada kehidupan saudara.<br />
Dan meragukan bahwa Sang Pencipta sanggup untuk menolong dan memberikan hal terbaik di dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya tidak ada hal yang tidak sanggup kita lakukan..<br />
Dan tidak ada tebing yang terlalu terjal bagi kita.<br />
Karena ketika kita mengucap syukur atas apa yang menjadi tanggung jawab kita..<br />
Maka Ia akan memberikan kepada kita kesanggupan atas apa yang kita lakukan..<br />
Dan memberikan kekuatan ketika diri kita merasa lemah..</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika pengucapan syukur mengalir dari bibir anda.<br />
Sang Pencipta akan mendengar dan tersenyum..<br />
Dan Ia-pun akan dengan senang hati memberikan berkatNya pada anda..<br />
Karena Ia sangat senang jika saudara ikhlas dan mempercayaiNya..<br />
Dan keikhlasan saudara merupakan wujud dari rasa syukur anda kepadaNya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/indahnya-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Belum) musimnya berbuah kok !!!!</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 13:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.
Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan mata orang. Tetapi sepulang dari gereja dan menjalani hari-hari berikutnya kembali seperti biasa. Kita hanya bisa mendengarkan firman di gereja sebagai orang kristen tetapi tidak mau menjadi orang kristen yang sama ketika harus menjadi pelaku firman atau menghadapi ujian.<span id="more-640"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkitab jelas mengajarkan pada kita bahwa yang diinginkan oleh ALLAH sesungguhnya kita bukan cuma menjadi pendengar saja melainkan sungguh2 menjadi pelaku firman. Jika tidak berarti kita menipu diri sendiri. Kita hanyalah orang yang memakai topeng2 yang menutupi kebusukan hidup kita dibalik wajah yang suci dan rohani. Namun jika kita sungguh2 menjadi pelaku firman maka wajah kita sungguh2 wajah Kristus yang menampilkan kemuliaan dan kasih yg dapat dirasakan oleh sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Percuma saja jika kita mengaku memiliki iman kepada ALLAH namun perbuatan kita tidak mencerminkan kemuliaanNYA sama sekali. Kita bisa saja memiliki iman bahwa mengasihi sesama kita, namun pada kenyataannya kita tidak melakukan perbuatan apa2 terhadap orang lain selain hanya kata2 saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?</p>
<p style="text-align: justify;">15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,</p>
<p style="text-align: justify;">16 dan seorang dari antara kamu berkata: &#8220;Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!&#8221;, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?</p>
<p style="text-align: justify;">17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana semestinya ???</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani itu bukan hanya bicara mengenai hari minggu di gereja saja. Bukan hanya bicara mengenai Natal, Jumat Agung, Paskah dan kenaikan Tuhan Yesus saja. Kita seringkali bicara hidup rohani itu hanya mengenai isi firman dan kegiatan rohani lainnya. Sehingga di luar hari minggu kita tidak rohani lagi. Keluar dari gereja kita kembali lagi menjadi manusia duniawi. Tidak seperti itu. Kehidupan rohani itu adalah kehidupan setiap hari, setiap waktu, bagaimana kita berjalan bersama dengan ALLAH dalam dunia ini yang sementara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tinggal dalam hukum ALLAH di dunia ini dengan penuh tanggung jawab atas iman kita, bukan cuma menjadi pendengar ataupun mengerti isi alkitab, namun sungguh2 menjadi pelaku firman. Sebab alkitab hanyalah suatu buku yang bertuliskan janji2 ALLAH saja. Sebuah buku biasa. Namun akan menjadi luar biasa ketika kita percaya/beriman dan menghasilkan buah2 sesuai dengan iman kita. Tidak bisa kita cuma belajar dan mengerti tentang mengasihi sementara kita sendiri tidak bisa mengampuni seseorang dalam hidup kita. Percuma saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani kekristenan itu bicara tentang iman yang menghasilkan buah-buah sesuai dengan iman kita. Artinya tidak sekadar beriman untuk mengampuni orang lain tetapi sungguh2 nyata dalam perbuatannya benar mengampuni orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan jika kita berkata mengasihi ALLAH dalam iman namun kenyataannya kita membenci sodara kita, maka alkitab berkata kita adalah pendusta. Sebab tidak mungkin orang mengasihi ALLAH yang tidak dilihatnya sedangkan sodaranya yang kelihatan saja dibencinya (1 Yohanes 4:20).</p>
<p style="text-align: justify;">Satu kisah penutup tentang Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21 : 18-19 dan Markus 11 : 12-14).</p>
<p style="text-align: justify;">Markus 12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.</p>
<p style="text-align: justify;">13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.</p>
<p style="text-align: justify;">14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: &#8220;Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!&#8221; Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan bahwa ketika Yesus mengharapkan mendapat sesuatu dari pohon ara tersebut, ternyata tidak ada sesuatu apapun yang bisa IA dapatkan. Apakah YESUS sebodoh itukah tidak mengetahui kalo saat itu memang belum musimnya berbuah ?? Jelas DIA tau akan hal itu. Ada suatu maksud yang lebih luar biasanya dari kisah itu. Inti dari kisah itu adalah bahwa kita sebenarnya diinginkan ALLAH untuk selalu berbuah kapanpun, harus siap untuk menghasilkan buah2, bukan berdasarkan musimnya lagi, bukan berdasar pada kondisi dan situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan sekadar berbuah menjadi manusia rohani ketika di gereja saja, dihadapan sodara2 seiman. Bukan hanya hari minggu atau hari besar lainnya.Tetapi lebih dari itu adalah kita harus menghasilkan buah2 yg sesuai pertobatan setiap hari (Lukas 3:8) setiap waktu, tanpa melihat musim, kondisi atau situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita disakiti oleh seseorang, saat itulah YESUS sesungguhnya sedang menghampiri kita melihat apakah ada buah dalam kita yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dibenci oleh seseorang, saat itulah YESUS mencari-cari apakah kita menghasilkan buah yg baik, yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dalam masalah besar, saat itulah YESUS mengamati apakah kita berbuah, yaitu saat kita tetap teguh pada iman dan pengharapan padaNYA walau sedang menghadapi masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita sakit, disitulah justru YESUS mengharapkan ada buah yang kita hasilkan yaitu kita tetap percaya akan janji-janjiNYA untuk kesembuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disaat situasi dunia yang sangat goncang dan tidak mennentu seperti sekarang, sesungguhnya YESUS sedang menanti buah yg seharusnya kita hasilkan yaitu tetap beriman percaya padaNYA serta lakukan yang terbaik apapun demi kemulianNYA &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 14 : 21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Matius 7 : 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita jujur di hadapanNYA sebab tidak ada yang tersembunyi bagiNYA, sudahkah kehidupan kita menghasilkan buah2 yg sesuai dengan pertobatan kita, yang berbuah tanpa dibatasi oleh musim, situasi atau kondisi tertentu. Bukan menjadi muridNYA yang hanya pandai mendengar firman, melayani, bergereja, dll. Tetapi lebih dari itu yang DIA kehendaki adalah ketaatan kita yang menghasilkan buah ketika kita tetap taat dan melakukan firman TUHAN saat menghadapi ujian.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga orang lain mengenal YESUS dari buah yang kita hasilkan. Kita tidak bisa hidup menjadi murid YESUS yang biasa2 saja. Hidupnya pasif, dan tidak berbuat apa2. Hanya rutinitas, minggu ke gereja, lalu setelah selesai pulang ke rumah dan melanjutkan aktivitas hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ada ujian kita tidak lulus. Kita merasa cukup dengan pergi ke gereja dan dengerin firman TUHAN. Padahal bukan itu, seharusnya kita mesti jadi pelaku firman juga dalam kehidupan sehari-hari, setiap waktu. Dengan menjadi pelaku firman berarti mengasihi ALLAH. GBU all !!!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212; TJC &#8212; @Jkt170509</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Original source : <a href="http://m.facebook.com/note.php?r71e62259&amp;note_id=79521647013&amp;refid=21#anchor_fbid_79521647013" target="_blank">Chandra Juliar&#8217;s Facebook notes</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa syukur sebelum beraktivitas, walau sebentar enggak apa-apa &#8230;</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 12:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih Bapa &#8230;
Atas anugrahMu, pagi ini aku boleh menikmati pagi hari yang indah&#8230;
Seperti biasa aku nyalakan kompie ku &#8230; dan kubuka fesbuk.
Kulihat ada postingan wall sodara imanku yg terkasih yang mengajak untuk memulai doa sebelum memulai segala aktivitas. Walau hanya 15 menit juga enggak apa-apa.  Itu tulisannya.
Wow luar biasa, ini kan komitmenku sejak awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terima kasih Bapa &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Atas anugrahMu, pagi ini aku boleh menikmati pagi hari yang indah&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa aku nyalakan kompie ku &#8230; dan kubuka fesbuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat ada postingan wall sodara imanku yg terkasih yang mengajak untuk memulai doa sebelum memulai segala aktivitas. Walau hanya 15 menit juga enggak apa-apa.  Itu tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Wow luar biasa, ini kan komitmenku sejak awal tahun &#8230; aku langsung gak pikir 2x untuk buka situs lagu rohani dan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">aku puter satu lagu, aku nikmati berdiam diri dalam hadiratNYA &#8230;<span id="more-637"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu, setelah jiwaku tenang, akupun berdoa &#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">JESUSku, terima kasih buat segalanya dalam hidupku &#8230; ya segalanya,</p>
<p style="text-align: justify;">hingga akupun tidak bisa merinci lagi detail setiap berkatMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu banyak &#8230;. dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar yang pernah kualami,</p>
<p style="text-align: justify;">baik ataupun buruk. Itu menjadi anugrah buatku. Memang yang buruk bukan berasal dari padaMU,</p>
<p style="text-align: justify;">tetapi Kau ijinkan itu terjadi menjadi bagian hidupku untuk membentuk aku menjadi kuat didalam iman.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang baik pasti berasal daripadaMU, itu menjadi kesukaanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ijinkanlah aku, orang yang sangat hina ini &#8230; untuk sekadar menghampiriMU yang maha Kudus.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin kucium kasutMU dengan sujud menyembah, tersungkur di hadapanMu merendahkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ijinkan aku menjamahMU pribadi yang tidak keliatan &#8230; memahami jalan pikiranMU yang agung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, aahh siapakah aku ini TUHAN ?? biarlah rahasia kebesaranMU menjadi bagianMU, dan apa yang menjadi bagianku, itu yang kukerjakan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tiada lain yang kuminta pagi ini BAPA, tak ada yang kubawa kepadaMU &#8230; hanya sembah puji, dan ucapan syukur sebelum memulai segala sesuatu hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tau itu sangat berkenan menjadi dupa yang harum di hadapanMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang membuatku layak menerima semua kebaikanMU. Tidak ada yang dapat kubanggakan kepadaMU. Tidak ada yang dapat menjadi dasar untuk aku menerima semua itu. Hanya karena kasih anugrahMU atas hidupku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya membawa hati ini &#8230; kuberikan padaMU sebagai bejana hampa, yang sangat haus dan rindu.</p>
<p style="text-align: justify;">Isilah dengan kasihMU, penuhilah ya BAPA, dengan sukacitaMU, maka yang lain aku tidak inginkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kuinginkan hanyalah kasihMU &#8230; yang memberikanku pengharapan yang pasti dan membuatku kuat. Peluklah aku dengan kasihMU, penuhi aku dengan kemuliaan dan hadiratMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Penuhilah BAPA, aku mohonnnn &#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ajar aku untuk selalu bersandar padaMU &#8230; jangan pernah Kau biarkan kasihMu meninggalkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">(lalu akupun berdiam diri &#8230; dan aku merenungkan kata2 terakhirku, kemudian air mata sukacita menyusul &#8230;. wow luar biasa, aku diajarkan mengenai &#8220;bersandar&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;">Yes &#8230; betul BAPA.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersandar berarti memposisikan tubuhku menempel sepenuhnya kepada tubuhMu. Semua kekuatan diserahkan pada tubuhMU. Hingga tidak ada kekuatan lagi yang kupunya sebab sepenuhnya tubuhku ditopang tubuhMU. Jika Engkau melepaskan diri dari diriku, maka aku akan jatuh. Itulah artinya bersandar &#8230;menyerahkan segenap hidup dan kekuatan sepenuhnya kepadaMU, dan aku pasrah. Kekuatanku ada di dalam Engkau. Namun jika aku lepas dari padaMU maka aku akan jatuh &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Thank&#8217;s LORD JESUS &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadikan aku muridMu yang baik, bukan hanya menjadi seorang murid yang pandai mendengarkan tetapi juga menjadi murid yang melakukan kehendakMU juga &#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pagi ini, aku mendapatkan sukacita, hatiku dipuaskan &#8230; tidak ada yang sanggup menggantikannya dari padaku. Bukan juga dengan harta, kekayaan, permata, berlian, emas maupun perak. Semua yang fana itu tidak kuinginkan menggantikan sukacita, damai, kasih dan pengharapan kekal yang KAU berikan. Yang kuinginkan sesuatu yang kekal di kehidupan sana karena aku tau hidupku di dunia ini hanya sementara, untuk aku menyelesaikan misi hidupku yang KAU berikan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Segala kemuliaan hanya bagiMU &#8230; ini doaku kepadaMU ya BAPA, di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, Juru Selamatku yang hidup dan begitu mengasihiku &#8230; Halleluya, AMIN !!!! AMIN !!!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8212; TJC &#8212; @Jkt150509*after.morning.prayer*</p>
<p style="text-align: justify;"><em>NB: kudedikasikan note ini kepada sodara seimanku Andie Sutanto, atas postingan2 wall nya yang selalu menggugah hati &#8230; maju terus bro, bertambah2 dalam karunia hikmatmu, agar lebih lagi dipakai TUHAN melalui kata2mu yang dapat mengubahkan hati orang. Sederhana tetapi mengandung kuasa Ilahi. Menyembuhkan yg sakit, memulihkan yg terluka, menghibur yang kesepian, menguatkan yang lemah. GBU brother &#8230; walau kita blom pernah bertemu muka, tetapi melalui fesbuk ini kita selalu dekat dalam roh yang sama sebagai anak ALLAH.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Original source : <a href="http://m.facebook.com/note.php?r3e30b461&amp;note_id=79222517013&amp;refid=21#anchor_fbid_79222517013" target="_blank">Chandra Juliar&#8217;s Facebook notes</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Intimate with GOD !&#8221;</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/intimate-with-god/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/intimate-with-god/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 12:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya masalah.  Mungkin ada yang merasa masalahnya begitu besar, tetapi buat org lain masalah tersebut biasa saja. Begitu juga kebalikannya, buat org lain masalahnya besar buat diri kita masalah tsb biasa saja. Tiap orang akan berbeda persepsi besar kecilnya ketika menghadapi suatu masalah. Namun siapapun kita, pasti pernah punya masalah dalam hidup ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap orang punya masalah.  Mungkin ada yang merasa masalahnya begitu besar, tetapi buat org lain masalah tersebut biasa saja. Begitu juga kebalikannya, buat org lain masalahnya besar buat diri kita masalah tsb biasa saja. Tiap orang akan berbeda persepsi besar kecilnya ketika menghadapi suatu masalah. Namun siapapun kita, pasti pernah punya masalah dalam hidup ini. Bahkan bisa saja saat ini kita sedang menghadapi suatu masalah besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-514"></span>Suatu ketika beberapa temanku menanyakan hal yang sama walaupun pada moment yg berbeda. Intinya mereka bertanya apakah aku pernah mengalami masalah ?? apakah aku kena dampak dari situasi dunia saat ini ?? pernahkah aku hidup dalam kesusahan ?? Mereka bertanya hal-hal itu karena menurut mereka sepertinya ada hal berbeda yang membuat mereka masing-masing penasaran dengan apa yg kukatakan. Dari situlah aku berbagi satu harta rohani yg terpendam, yg selama ini membuatku kuat menghadapi kehidupan ini. Sesuatu yang membuatku bisa melewati dan menghadapi masalah besar dalam hidupku.</p>
<p>Apa yang kualami, sama seperti yang dialami bangsa Israel ketika berhadapan dengan orang-orang Filistin. Jika kita membaca kisah Daud vs Goliat pada 1 Samuel 17, pada satu pasal ini kita dapat melihat kronologis kisah yang dapat sangat memberkati kita. Ada suatu pelajaran iman yang sangat up-to-date / relevan untuk kita terapkan dalam kehidupan sekarang ini. Pelajaran ini sudah sy terapkan dan buktikan kebenarannya.</p>
<p>Kisah ini menceritakan bagaimana saat itu bangsa Israel sedang berperang dengan orang-orang Filistin. Posisi mereka berhadap-hadapan hanya dipisahkan suatu lembah ditengah-tengah mereka. Filistin di salah satu sisi bukit, dan Israel berada pada bukit lain di hadapannya. Mereka saling berhadapan dan di tengah-tengah antara kedua bukit itu ada suatu lembah untuk bertempur.</p>
<p>Lalu muncullah Goliat orang Gat yang terkenal sebagai pendekar tentaranya orang Filistin. Goliat merupakan salah satu orang yg gagah perkasa pada jaman itu, yaitu orang yang memiliki tubuh raksasa. Alkitab mencatat tingginya 6 hasta sejengkal. Jika merujuk pd Ensiklopedi Alkitab, tinggi tersebut kira-kira 3,2 meter. Ayat 5 alkitab mencatat bahwa baju Zirah yg digunakan Goliat seberat 5.000 syikal tembaga. Menurut Kamus Alkitab 1 syikal = 11,4 gram, ada juga yg menyebutkan 14,5gram. Jadi baju Zirah yg digunakan Goliat sekitar 60kg &#8211; 70kg. Wow fanstastis, sangat berat untuk ukuran sebuah pakaian perang. Ini sungguh menggambarkan betapa besarnya ukuran tubuh dan kekuatan Goliat.</p>
<p>Kemudian Goliat menantang Israel agar dibuatkan suatu kesepakatan antara pasukan Israel dan Filistin, dimana satu orang mewakili Israel dapat menghadapai Goliat yang mewakili Filistin, sehingga tidak perlu seluruh tentara maju berperang melainkan hanya perwakilannya saja. Jika wakil Israel kalah maka seluruh bangsa Israel haruslah menyerah, begitu juga kebalikannya, jika Goliat kalah maka seluruh Filistin haruslah menyerah. Ayat 11 mencatat : &#8220;Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu (Goliat), maka cemaslah hati mereka dan sangat takut&#8221;.</p>
<p>Pada saat Goliat menantang barisan tentara Israel, hal itu membuat ciut hati semua pasukan termasuk raja Saul saat itu. Tidak ada seorangpun yang berani menghadapinya. Goliat merupakan gambaran masalah yang sangat besar, berat dan menyakitkan. Masalah yang membuat semua org takut dan gentar. Seolah-olah tidak ada jalan keluar.</p>
<p>Singkat cerita, Saul mendengar tentang keberanian Daud. Lalu memanggilnya, dan setelah Saul melihat Daud, keraguannya muncul karena melihat sosok Daud yang secara manusia rasanya tidak mungkin melawan Goliat. Masih banyak yang lebih layak secara ukuran manusia, yang memiliki postur tubuh lebih besar dari Daud dan lebih berpengalaman dalam perang.</p>
<p>1 Sam 17 : 33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: &#8220;Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.&#8221;</p>
<p>Namun apa jawaban Daud ??</p>
<p>34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: &#8220;Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,</p>
<p>35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.</p>
<p>36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.&#8221;</p>
<p>37 Pula kata Daud: &#8220;TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.&#8221; Kata Saul kepada Daud: &#8220;Pergilah! TUHAN menyertai engkau.&#8221;</p>
<p>Inilah kunci keberanian Daud sebab ia mengenal Allah yang disembahnya. Daud memiliki iman yg kuat bahwa Allah akan melepaskannya dari tangan orang Filistin itu. Daud tau betul akan sifat dan karakter Allah. Daud mengerti apa yang akan Allah kerjakan menurut kehendakNYA. Daud bukan hanya sekadar tau tentang Allah tetapi Daud sungguh2 mengimani dalam kehidupan. Daud bukan tipe hanya tau bahwa Allah akan menolongnya namun dia kabur dari peperangan. Bukan. Tetapi apa yang dilakukan Daud adalah maju berperang, ini memberi arti bahwa Daud bukan sekadar tau dengan pikirannya saja siapa Allahnya, tetapi juga dengan hatinya. Tidak ada keraguan sedikitpun pada diri Daud.</p>
<p>Pertanyaannya, darimana Daud bisa memiliki pengenalan akan Allah sedemikian hingga dia berani dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah besar di hadapannya ???</p>
<p>Jawabannya sangat sederhana yaitu melalui pengalaman hidup dengan Allah.</p>
<p>Ayat 37 : Pula kata Daud: &#8220;TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu&#8221;. Kalimat ini berarti ada pengalaman yang pernah dilalui Daud bersama Allah.</p>
<p>Daud memiliki pengalaman hidup bagaimana berjalan bersama Allah. Dia tau bahwa Allah yang sudah menolongnya menghadapi singa dan beruang, Allah yang sama juga akan melepaskannya dari Goliat. Daud mengenal Allahnya karena Daud memiliki pergaulan hidup yang intim dengan Tuhan. Daud belajar menerapkan janji-janji Allah dari hal-hal sederhana. Tahap demi tahap dalam pergaulan dengan Allah, Daud sudah melewati ujian-ujian dari Tuhan. Hingga harus menghadapi singa dan beruang. Semakin dia hidup intim dengan Allah, dan melewati ujian demi ujian, Allah membawa Daud kepada level yg lebih tinggi. Semua yang sudah dilewati merupakan batu loncatan dan merupakan &#8220;senjata pamungkas&#8221; yang akan selalu dibawa. Hingga akhirnya Daud kembali dihadapkan suatu masalah sebagai ujian imannya menghadapi Goliat. Dan dari sinilah awal kisah kehidupan Daud kelak menjadi raja Israel yg besar.</p>
<p>Pergaulan yang intim dengan Tuhan melalui pujian dan penyembahan membawa kita masuk dalam dimensi hadirat Allah, sebab hal itu merupakan dupa yang sangat harum di tahta Allah. Itu menyenangkan hati Allah, kita memberikan persembahan yang sangat berkenan, menjadikan diri kita gak ada apa2nya di mata Tuhan sebab hanya nama Allah saja yg kita agungkan, muliakan.</p>
<p>Melalui doa dan permohonan menjadikan diri kita kuat, sebab dengan doa dan permohonan kita hanya minta kepada Allah sebagai bukti penyerahan diri kita kepada kekuasaan Allah. Kita mengakui otoritas Allah atas hidup kita.</p>
<p>Melalui firman Tuhan menjadikan kita bertumbuh kuat dalam iman dan pengharapan kepada Allah yang benar. Kita jadi mengerti apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Kita menjadi mengerti apa yang berkenan dan menjadi kehendak Allah atas hidup kita. Roh kita semakin kuat dan dibangun diatas dasar pengenalan yang benar.</p>
<p>Melalui ujian hidup/masalah menjadikan kita naik ke level iman dan pengalaman2 spiritual lainnya. Kita semakin bertumbuh di dalam iman dan semakin mengenal akan sifat dan karakter Ilahi. Kita diajar untuk menjadi pelaku firman bukan hanya sebagai pendengar saja. Kita diajar oleh Tuhan menjadi prajurit yang militan, bukan menjadi anak gampangan yang manja.</p>
<p>Allah ijinkan Daud mengalami pengalaman menghadapi singa dan beruang karena Allah mengasihi Daud. Allah ingin Daud memiliki iman yang kuat dan mempersiapkan Daud untuk pengalaman rohani yang lebih besar. Menjadikan Daud sebagai pahlawan iman.</p>
<p>Bergaulah intim dengan Tuhan, kejarlah pengenalan akan Allah, dan ijinkanlah Allah membuktikan janji-janjiNya melalui masalah yang kita hadapai dari hal-hal sederhana.</p>
<p>Bagaimana Allah dapat menyatakan diri sebagai &#8220;Jehova Rophe&#8221;, Allah yang menyembuhkan, kalau keadaan sehat-sehat saja ???</p>
<p>Bagiamana Allah dapat menyatakan diri sebagai &#8220;Jehova Jireh&#8221;, Allah yang menyediakan, kalau keadaan hidup berkelimpahan ???</p>
<p>Justru dengan pengalaman seseorang sakit maka ada kesembuhan. Justru ada pengalaman orang susah kekurangan disitu Allah dapat berkarya menyatakan diri untuk mencukupi dan menyediakan kebutuhan.</p>
<p>Begitu juga dengan masalah-masalah yang kita hadapi, jika memang Allah ijinkan terjadi untuk kita hadapi berarti Allah ingin menyatakan diriNya pada kita sebagai Jehovah Nissi, Allah panji perangku. Ada saatnya hal-hal, masalah-masalah diijinkan terjadi untuk menguji iman kita dan Allah ingin menyatakan diriNya.</p>
<p>Dengan hidup intim dalam pergaulan dengan Tuhan, kita menjadi lebih mengenal Tuhan dan iman kita semakin kuat &gt; menjadi percaya !!</p>
<p>Situasi dunia boleh saja mengancam kita, menakutkan kita. Krisis boleh datang dan mengancam. Masalah boleh berkunjung. Tetapi orang yang intim dengan Tuhan akan mengalami mukjizat. Mungkin saja keadaan tetap, tetapi hidupnya yang akan berubah, menjadi tidak takut lagi melainkan berani dan kuat menghadapi persoalan hidup, itu juga mukjizat. Selalu ada solusi. Namun kita mesti ingat, jangan bentuk Allah menjadi seperti yang kita mau, tetapi perkenankanlah Allah membentuk kita seperti rencanaNya, yang pasti akan indah pada akhirnya. Jangan dibalik. Banyak orang hanya memohon kepada Allah namun dengan &#8220;mengatur&#8221; Allah mesti melakukan sesuai apa yang diinginkannya. Ingat posisi kita adalah hamba/anak. Bukan bapa ataupun raja. Jadi bukan kita yang mengatur Tuhan.</p>
<p>Mazmur 37 : 5 * Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;</p>
<p>Sekalipun kita harus mengalami persoalan dan masalah, berjalan melewati lembah kekelaman namun kita tidak akan takut bahaya. Sekalipun kita harus mengalami jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangan kita.</p>
<p>Ini saatnya generasi Daud bangkit untuk mengubah gereja dan iman orang percaya, membawa dampak. Seperti Daud setelah mengalahkan Goliat membuat dampak yg luar biasa pada tentara Israel. Mereka yang tadinya hanya berdiam diri karena takut, setelah mengetahui bahwa Daud mengalahkan Goliat, maka bangkitlah tentara Israel mengejar orang2 Filistin. Ini mengambarkan bangkitnya iman orang percaya untuk berani menghadapi masalah dalam kehidupan.</p>
<p>Alkitab mencatat :</p>
<p>51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.</p>
<p>52 Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron.</p>
<p>Daud yang penuh dgn iman membawa dampak luar biasa. Hasil kemenangan luar biasa. Tercatat bahwa tentara Israel menjadi berani dan mengejar-ngejar tentara Filistin, dan jumlah tentara Filistin yang mati atas pertempuran itu mulai dari Gat hingga Ekron. Jika merujuk pada peta alkitab, jaraknya sekitar 1cm, dengan skala 1:20km. Hitungan kasarnya jarak Gat dan Ekron 1cm atau sekitar 20km. Itulah jarak dimana orang-orang yang terbunuh. Fantastik, dampak atas sikap hidup Daud membawa efek yg luar biasa.</p>
<p>Akhir kata, hiduplah intim dengan Tuhan supaya kita semakin mengenalNya dan iman kita semakin bertumbuh. Kita menjadi percaya sepenuhnya. Dan keyakinan yang kuat ini menghasilkan mukjizat. Sekalipun apa yang kita alami tidak seperti yang kita harapkan, mukjizat tetap ada yaitu kasih penyertaan Bapa yang membuat kita berani melewati lembah kekelaman, melewati masalah-masalah, dan juga ketakutan, sebab Tuhan menyertai kita dengan tongkat dan gada. Sehingga kita kuat menghadapi pergumulan hidup. Berserah dan percaya saja !!!! Lakukan yang terbaik bagian kita yaitu tetap hidup di dalam kehendakNya, dan biarkan Allah lakukan bagianNya.</p>
<p>Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya sebab mahkota kemenangan sedang menantinya !!! GBU all &#8230;</p>
<p><strong>By. Chandra Juliar</strong><br />
&#8212; TJC &#8212; @Jkt020509</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/intimate-with-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
