
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
DUA anak saya punya kebiasaan menujuk sebuah rumah makan di kota kami sebagai ”menu hadiah” jika mereka merasa sedang berprestasi. Artinya, kami mendatangi rumah makan ini cuma di hari-hari yang kami anggap istimewa. Alasan utamanya pasti karena menu di rumah makan ini mahal sekali untuk ukuran kantong kami. Tetapi keenakan masakannya, membuat kami sekali waktu melupakan harga.
Tetapi intinya, jika dituruti selera lidah anak-anak itu makin mahal saja dari hari ke hari. Kami yang semula cemas pada gejala ini, bukannya menghentikan kebiasaan anak, melainkan malah terhasut oleh kebiasaan mereka. Ngeri rasanya menghabiskan begitu banyak uang yang kami cari dengan susah payah hanya untuk makan makanan yang celakanya tidak dianjurkan oleh pakar gizi. Read the rest of this entry »
SUDUT pandangku tentang diriku ternyata sangat berkaitan dengan sudut pandangku dengan rasa cemburu. Ketika aku memandang diriku sebagai pemain gitar, senang sekali aku jika ada pemain gitar yang lebih buruk kualitasnya dariku. Kepadanya aku merasa menang dan kalau ia mau, aku bisa menasihatinya berlama-lama, bukan untuk membuatnya pintar, tetapi lebih dari sekadar untuk meneguhkan kemenanganku. Buktinya, kalau anak itu nanti benar-benar pintar karena nasihatku dan malah menyalip kemampuanku, murkalah hatiku. Read the rest of this entry »
JUDUL di atas bukan gambaran pemandangan di sebuah kamp penyiksaan melainkan cukup terjadi di rumah Apriyani, di Cibeber Bekasi. Di rumah itulah, selama dua bulan, ia dikabarkan menganiaya pembantunya, Haryanti, wanita asal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Selama itulah, setiap kesalahan kecil, berarti bencana bagi Haryanti. Bencana itu bisa berupa pukulan balok kayu, jambakan dan sayatan pisau. Puncaknya adalah ketika kepala pembantu itu digunduli dan pahanya diseterika. Oya, dalam aksi aniaya itu, Apriyanti tidak sendiri. Ia juga dibantu anak lelakinya yang mulai pintar menghantamkan balok kayu ke tubuh sang pembantu. Bantuan ini termasuk luar biasa mengingat si anak baru duduk di kelas 1 SD. Read the rest of this entry »
