
Category Refleksi Prie GS, Renungan
Oct
29
Tersebutlah sekerumun warga di sebuah kompleks perumahan yang tengah dibuat bingung oleh keranda. Di mana gerangan ranjang mayat itu harus diletakkan? “Di kuburan,” kata seorang warga. Semua setuju, sampai seorang pamong desa melontarkan fakta baru. “Akan rusak oleh panas dan hujan,” katanya. “Kita buatkan perlindungan, semacam rumah-rumahan,” usul warga. “Pemilik kuburan akan keberatan. Kita cuma penyewa,” jawab sang pamong. Semua terdiam, sampai seorang lain lagi nyeletuk: “Di masjid!” Usul yang disambut gembira, walau kemudian harus berbuntut panjang, nyaris menyerupai pertengkaran. Read the rest of this entry »

