
Category Refleksi Prie GS, Wise Stories
Feb
24
Seorang kawan kedapatan begitu marah demi melihat pintu belakang mobilnya tergores paku. “Itu pekerjaan pengamen yang tak kuberi duit,” katanya dengan rahang mengeras dan mata menyala. Maka sejak itu ia punya pekerjaan baru: memburu si pengamen di segenap perempatan lampu merah.
Goresan itu benar-benar membuat batinnya terganggu. Karena mobil itu telah menjadi bagian hidupnya. Kebersihannya adalah seni, kemilaunya adalah jiwa. Jika hujan, ia lebih menyukai bermotor atau bertaksi. Jika becek menghadang, ia pilih putar haluan. Katimbang mobilnya, ia lebih merelakan tubuhnya untuk tertimpa angin dan hujan. Maka goresan paku itu benar-benar musibah yang menyulut api kemarahannya. Read the rest of this entry »

