
Category Refleksi Prie GS
Fatwa Haram
™ 2009 | Cat: Refleksi Prie GS
Setelah fatwa haram golput, fatwa haram rokok, kini giliran MUI dikabarkan mengharamkan Facebook (walau kabar ini ternyata tidak benar). Tapi karena kabar itu telah begitu menyebar, saya terpaksa mengandaikan kabar itu benar karena saya telah menanggung akibatnya, setidaknya harus menjawab pertanyaan anak-anak saya yang senang bermain Facebook dan malangnya… saya juga. Apalagi anak-anak itu bersekekolah di sekolah agama, yang halal dan haram memang dihitung dengan ketat. Jika saya ajak makan di luar, anak-anak itu terbiasa menatap seluruh makanan seperti seorang intel dan mengusut halal-haramnya. Jadi “haram” adalah kata yang menakutkan bagi mereka.
Maka inilah jawaban saya atas pertanyaan tidak cuma anak-anak saya tetapi juga siapa saja yang pernah menanyakan pendapat saya atas aneka fatwa haram termasuk untuk rokok dan golput itu. Jawaban saya; seluruh dari fatwa itu saya setujui karena ia tidak mengikat saya, dan MUI sendiri juga tidak bermaksud mengikat siapa-siapa. Lembaga itu hanya berfatwa saja. Diterima syukur, tidak diterima tak apa-apa. Jadi jelas sebetulnya, untuk sesuatu yang boleh diterima dan boleh ditolak, tak perlu menimbulkan perdebatan. Tinggal ditolak atau diterima begitu saja.
Read the rest of this entry »

