<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AndieStuff &#124; A Web Design Studio based in Semarang, Central Java, Indonesia (GMT+7) &#187; Christianity</title>
	<atom:link href="http://www.andiestuff.com/articles/christianity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andiestuff.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 22:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>(Belum) musimnya berbuah kok !!!!</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 13:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.
Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan mata orang. Tetapi sepulang dari gereja dan menjalani hari-hari berikutnya kembali seperti biasa. Kita hanya bisa mendengarkan firman di gereja sebagai orang kristen tetapi tidak mau menjadi orang kristen yang sama ketika harus menjadi pelaku firman atau menghadapi ujian.<span id="more-640"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkitab jelas mengajarkan pada kita bahwa yang diinginkan oleh ALLAH sesungguhnya kita bukan cuma menjadi pendengar saja melainkan sungguh2 menjadi pelaku firman. Jika tidak berarti kita menipu diri sendiri. Kita hanyalah orang yang memakai topeng2 yang menutupi kebusukan hidup kita dibalik wajah yang suci dan rohani. Namun jika kita sungguh2 menjadi pelaku firman maka wajah kita sungguh2 wajah Kristus yang menampilkan kemuliaan dan kasih yg dapat dirasakan oleh sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Percuma saja jika kita mengaku memiliki iman kepada ALLAH namun perbuatan kita tidak mencerminkan kemuliaanNYA sama sekali. Kita bisa saja memiliki iman bahwa mengasihi sesama kita, namun pada kenyataannya kita tidak melakukan perbuatan apa2 terhadap orang lain selain hanya kata2 saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?</p>
<p style="text-align: justify;">15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,</p>
<p style="text-align: justify;">16 dan seorang dari antara kamu berkata: &#8220;Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!&#8221;, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?</p>
<p style="text-align: justify;">17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana semestinya ???</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani itu bukan hanya bicara mengenai hari minggu di gereja saja. Bukan hanya bicara mengenai Natal, Jumat Agung, Paskah dan kenaikan Tuhan Yesus saja. Kita seringkali bicara hidup rohani itu hanya mengenai isi firman dan kegiatan rohani lainnya. Sehingga di luar hari minggu kita tidak rohani lagi. Keluar dari gereja kita kembali lagi menjadi manusia duniawi. Tidak seperti itu. Kehidupan rohani itu adalah kehidupan setiap hari, setiap waktu, bagaimana kita berjalan bersama dengan ALLAH dalam dunia ini yang sementara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tinggal dalam hukum ALLAH di dunia ini dengan penuh tanggung jawab atas iman kita, bukan cuma menjadi pendengar ataupun mengerti isi alkitab, namun sungguh2 menjadi pelaku firman. Sebab alkitab hanyalah suatu buku yang bertuliskan janji2 ALLAH saja. Sebuah buku biasa. Namun akan menjadi luar biasa ketika kita percaya/beriman dan menghasilkan buah2 sesuai dengan iman kita. Tidak bisa kita cuma belajar dan mengerti tentang mengasihi sementara kita sendiri tidak bisa mengampuni seseorang dalam hidup kita. Percuma saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani kekristenan itu bicara tentang iman yang menghasilkan buah-buah sesuai dengan iman kita. Artinya tidak sekadar beriman untuk mengampuni orang lain tetapi sungguh2 nyata dalam perbuatannya benar mengampuni orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan jika kita berkata mengasihi ALLAH dalam iman namun kenyataannya kita membenci sodara kita, maka alkitab berkata kita adalah pendusta. Sebab tidak mungkin orang mengasihi ALLAH yang tidak dilihatnya sedangkan sodaranya yang kelihatan saja dibencinya (1 Yohanes 4:20).</p>
<p style="text-align: justify;">Satu kisah penutup tentang Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21 : 18-19 dan Markus 11 : 12-14).</p>
<p style="text-align: justify;">Markus 12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.</p>
<p style="text-align: justify;">13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.</p>
<p style="text-align: justify;">14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: &#8220;Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!&#8221; Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan bahwa ketika Yesus mengharapkan mendapat sesuatu dari pohon ara tersebut, ternyata tidak ada sesuatu apapun yang bisa IA dapatkan. Apakah YESUS sebodoh itukah tidak mengetahui kalo saat itu memang belum musimnya berbuah ?? Jelas DIA tau akan hal itu. Ada suatu maksud yang lebih luar biasanya dari kisah itu. Inti dari kisah itu adalah bahwa kita sebenarnya diinginkan ALLAH untuk selalu berbuah kapanpun, harus siap untuk menghasilkan buah2, bukan berdasarkan musimnya lagi, bukan berdasar pada kondisi dan situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan sekadar berbuah menjadi manusia rohani ketika di gereja saja, dihadapan sodara2 seiman. Bukan hanya hari minggu atau hari besar lainnya.Tetapi lebih dari itu adalah kita harus menghasilkan buah2 yg sesuai pertobatan setiap hari (Lukas 3:8) setiap waktu, tanpa melihat musim, kondisi atau situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita disakiti oleh seseorang, saat itulah YESUS sesungguhnya sedang menghampiri kita melihat apakah ada buah dalam kita yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dibenci oleh seseorang, saat itulah YESUS mencari-cari apakah kita menghasilkan buah yg baik, yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dalam masalah besar, saat itulah YESUS mengamati apakah kita berbuah, yaitu saat kita tetap teguh pada iman dan pengharapan padaNYA walau sedang menghadapi masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita sakit, disitulah justru YESUS mengharapkan ada buah yang kita hasilkan yaitu kita tetap percaya akan janji-janjiNYA untuk kesembuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disaat situasi dunia yang sangat goncang dan tidak mennentu seperti sekarang, sesungguhnya YESUS sedang menanti buah yg seharusnya kita hasilkan yaitu tetap beriman percaya padaNYA serta lakukan yang terbaik apapun demi kemulianNYA &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 14 : 21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Matius 7 : 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita jujur di hadapanNYA sebab tidak ada yang tersembunyi bagiNYA, sudahkah kehidupan kita menghasilkan buah2 yg sesuai dengan pertobatan kita, yang berbuah tanpa dibatasi oleh musim, situasi atau kondisi tertentu. Bukan menjadi muridNYA yang hanya pandai mendengar firman, melayani, bergereja, dll. Tetapi lebih dari itu yang DIA kehendaki adalah ketaatan kita yang menghasilkan buah ketika kita tetap taat dan melakukan firman TUHAN saat menghadapi ujian.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga orang lain mengenal YESUS dari buah yang kita hasilkan. Kita tidak bisa hidup menjadi murid YESUS yang biasa2 saja. Hidupnya pasif, dan tidak berbuat apa2. Hanya rutinitas, minggu ke gereja, lalu setelah selesai pulang ke rumah dan melanjutkan aktivitas hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ada ujian kita tidak lulus. Kita merasa cukup dengan pergi ke gereja dan dengerin firman TUHAN. Padahal bukan itu, seharusnya kita mesti jadi pelaku firman juga dalam kehidupan sehari-hari, setiap waktu. Dengan menjadi pelaku firman berarti mengasihi ALLAH. GBU all !!!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212; TJC &#8212; @Jkt170509</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Original source : <a href="http://m.facebook.com/note.php?r71e62259&amp;note_id=79521647013&amp;refid=21#anchor_fbid_79521647013" target="_blank">Chandra Juliar&#8217;s Facebook notes</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa syukur sebelum beraktivitas, walau sebentar enggak apa-apa &#8230;</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 12:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih Bapa &#8230;
Atas anugrahMu, pagi ini aku boleh menikmati pagi hari yang indah&#8230;
Seperti biasa aku nyalakan kompie ku &#8230; dan kubuka fesbuk.
Kulihat ada postingan wall sodara imanku yg terkasih yang mengajak untuk memulai doa sebelum memulai segala aktivitas. Walau hanya 15 menit juga enggak apa-apa.  Itu tulisannya.
Wow luar biasa, ini kan komitmenku sejak awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terima kasih Bapa &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Atas anugrahMu, pagi ini aku boleh menikmati pagi hari yang indah&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa aku nyalakan kompie ku &#8230; dan kubuka fesbuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat ada postingan wall sodara imanku yg terkasih yang mengajak untuk memulai doa sebelum memulai segala aktivitas. Walau hanya 15 menit juga enggak apa-apa.  Itu tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Wow luar biasa, ini kan komitmenku sejak awal tahun &#8230; aku langsung gak pikir 2x untuk buka situs lagu rohani dan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">aku puter satu lagu, aku nikmati berdiam diri dalam hadiratNYA &#8230;<span id="more-637"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu, setelah jiwaku tenang, akupun berdoa &#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">JESUSku, terima kasih buat segalanya dalam hidupku &#8230; ya segalanya,</p>
<p style="text-align: justify;">hingga akupun tidak bisa merinci lagi detail setiap berkatMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu banyak &#8230;. dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar yang pernah kualami,</p>
<p style="text-align: justify;">baik ataupun buruk. Itu menjadi anugrah buatku. Memang yang buruk bukan berasal dari padaMU,</p>
<p style="text-align: justify;">tetapi Kau ijinkan itu terjadi menjadi bagian hidupku untuk membentuk aku menjadi kuat didalam iman.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang baik pasti berasal daripadaMU, itu menjadi kesukaanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ijinkanlah aku, orang yang sangat hina ini &#8230; untuk sekadar menghampiriMU yang maha Kudus.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin kucium kasutMU dengan sujud menyembah, tersungkur di hadapanMu merendahkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ijinkan aku menjamahMU pribadi yang tidak keliatan &#8230; memahami jalan pikiranMU yang agung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, aahh siapakah aku ini TUHAN ?? biarlah rahasia kebesaranMU menjadi bagianMU, dan apa yang menjadi bagianku, itu yang kukerjakan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tiada lain yang kuminta pagi ini BAPA, tak ada yang kubawa kepadaMU &#8230; hanya sembah puji, dan ucapan syukur sebelum memulai segala sesuatu hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tau itu sangat berkenan menjadi dupa yang harum di hadapanMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang membuatku layak menerima semua kebaikanMU. Tidak ada yang dapat kubanggakan kepadaMU. Tidak ada yang dapat menjadi dasar untuk aku menerima semua itu. Hanya karena kasih anugrahMU atas hidupku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya membawa hati ini &#8230; kuberikan padaMU sebagai bejana hampa, yang sangat haus dan rindu.</p>
<p style="text-align: justify;">Isilah dengan kasihMU, penuhilah ya BAPA, dengan sukacitaMU, maka yang lain aku tidak inginkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kuinginkan hanyalah kasihMU &#8230; yang memberikanku pengharapan yang pasti dan membuatku kuat. Peluklah aku dengan kasihMU, penuhi aku dengan kemuliaan dan hadiratMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Penuhilah BAPA, aku mohonnnn &#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ajar aku untuk selalu bersandar padaMU &#8230; jangan pernah Kau biarkan kasihMu meninggalkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">(lalu akupun berdiam diri &#8230; dan aku merenungkan kata2 terakhirku, kemudian air mata sukacita menyusul &#8230;. wow luar biasa, aku diajarkan mengenai &#8220;bersandar&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;">Yes &#8230; betul BAPA.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersandar berarti memposisikan tubuhku menempel sepenuhnya kepada tubuhMu. Semua kekuatan diserahkan pada tubuhMU. Hingga tidak ada kekuatan lagi yang kupunya sebab sepenuhnya tubuhku ditopang tubuhMU. Jika Engkau melepaskan diri dari diriku, maka aku akan jatuh. Itulah artinya bersandar &#8230;menyerahkan segenap hidup dan kekuatan sepenuhnya kepadaMU, dan aku pasrah. Kekuatanku ada di dalam Engkau. Namun jika aku lepas dari padaMU maka aku akan jatuh &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Thank&#8217;s LORD JESUS &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadikan aku muridMu yang baik, bukan hanya menjadi seorang murid yang pandai mendengarkan tetapi juga menjadi murid yang melakukan kehendakMU juga &#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pagi ini, aku mendapatkan sukacita, hatiku dipuaskan &#8230; tidak ada yang sanggup menggantikannya dari padaku. Bukan juga dengan harta, kekayaan, permata, berlian, emas maupun perak. Semua yang fana itu tidak kuinginkan menggantikan sukacita, damai, kasih dan pengharapan kekal yang KAU berikan. Yang kuinginkan sesuatu yang kekal di kehidupan sana karena aku tau hidupku di dunia ini hanya sementara, untuk aku menyelesaikan misi hidupku yang KAU berikan &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Segala kemuliaan hanya bagiMU &#8230; ini doaku kepadaMU ya BAPA, di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, Juru Selamatku yang hidup dan begitu mengasihiku &#8230; Halleluya, AMIN !!!! AMIN !!!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8212; TJC &#8212; @Jkt150509*after.morning.prayer*</p>
<p style="text-align: justify;"><em>NB: kudedikasikan note ini kepada sodara seimanku Andie Sutanto, atas postingan2 wall nya yang selalu menggugah hati &#8230; maju terus bro, bertambah2 dalam karunia hikmatmu, agar lebih lagi dipakai TUHAN melalui kata2mu yang dapat mengubahkan hati orang. Sederhana tetapi mengandung kuasa Ilahi. Menyembuhkan yg sakit, memulihkan yg terluka, menghibur yang kesepian, menguatkan yang lemah. GBU brother &#8230; walau kita blom pernah bertemu muka, tetapi melalui fesbuk ini kita selalu dekat dalam roh yang sama sebagai anak ALLAH.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Original source : <a href="http://m.facebook.com/note.php?r3e30b461&amp;note_id=79222517013&amp;refid=21#anchor_fbid_79222517013" target="_blank">Chandra Juliar&#8217;s Facebook notes</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/doa-syukur-sebelum-beraktivitas-walau-sebentar-enggak-apa-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah Selagi Kau Mampu Bersyukur</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:
Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah.
Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses.
Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:</strong></p>
<p>Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang<br />
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya<br />
<strong><br />
Tapi pernahkah kita bertanya:</strong></p>
<p>Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang.</p>
<p style="text-align: justify;">Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sampai sekali sampai rela bekerja apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">
Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar.</p>
<p>Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?</p>
<p>Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan?</p>
<p>Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?</p>
<p>Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri… bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur&#8230;.</p>
<p>sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/bersyukurlah-selagi-kau-mampu-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kriteria Pasangan Yang Anda Cari</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Di antara banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulailah dengan hal-hal yang mendasar. Biasanya, kita menikahi seseorang yang kita cintai dan yang cocok dengan kita. Cinta romantis, seperti yang kita tahu, mempunyai 3 dimensi: komitmen, keintiman, dan gairah (Sternberg, 1986).
Komitmen melibatkan keinginan dari diri sendiri untuk memberi kepada pihak yang lain dan setia dalam hubungan itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Di antara banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulailah dengan hal-hal yang mendasar. Biasanya, kita menikahi seseorang yang kita cintai dan yang cocok dengan kita. Cinta romantis, seperti yang kita tahu, mempunyai 3 dimensi: komitmen, keintiman, dan gairah (Sternberg, 1986).</p>
<p style="text-align: justify;">Komitmen melibatkan keinginan dari diri sendiri untuk memberi kepada pihak yang lain dan setia dalam hubungan itu. Orang-orang Kristen seharusnya mencari lebih dari komitmen karena pernikahan kudus berdasarkan pada perjanjian (covenant). Covenant adalah janji yang tidak terpatahkan kepada orang lain dan berlaku seumur hidup. Temukan calon pasangan yang mempercayai covenant.<span id="more-598"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Keintiman berarti kemampuan untuk berhubungan secara emosional dan menjadi sahabat bagi yang lain. Apakah pacar atau calon pasangan anda menunjukkan bahwa dia mempunyai kemampuan untuk menjadi intim dengan anda? Keintiman seharusnya terus bertumbuh seiring waktu dalam sebuah hubungan. Keintiman itu pada dasarnya meliputi keintiman secara spiritual atau rohani, emosional, psikologis, dan juga perilaku. Jika anda melihat tanda-tanda adanya masalah keintiman, carilah bantuan atau pertimbangkan kembali hubungan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Gairah berkaitan dengan ketertarikan dan respon seksual. Anda harus merasa tertarik dengan orang yang akan anda nikahi. Ketertarikan bertumbuh seiring dengan sikap anda yang semakin menghargai pasangan lebih dari sekedar penampilan fisiknya. Ketertarikan secara seksual juga sewajarnya ada. Namun karena anda harus melatih pengendalian diri dalam hal ini, anda mungkin jadi mempertanyakan tentang gairah seksual. Jika anda memang tertarik dengan pasangan, dan komponen lain dari relationship anda kuat, seharusnya tidak ada masalah dengan gairah seksual ketika saat yang tepat itu akan tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum seorang pria dan wanita menikah, ketiga dimensi ini harus ada dalam level tertentu. Perhatikan ketiganya, jika dari antara mereka (atau mungkin semuanya) mengalami masalah, pikirkan dan pertimbangkan kembali hubungan anda atau mulailah melakukan konseling pasangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Latar belakang yang mirip, misalnya dalam hal pendidikan, pekerjaan, usia, suku, politik, iman, dan sebagainya, menimbulkan ketertarikan. Ini tidak berarti setiap sisi dari hidup anda harus sama atau mirip dengan pasangan anda, kalau sama malah mungkin bisa jadi membosankan. Namun intinya adalah, semakin mirip anda dan pasangan dalam hal-hal yang prinsipal atau mendasar atau penting dalam hidup, maka akan semakin sedikit konflik dan stress yang akan anda hadapi. Contohnya, anda bisa saja menikahi seseorang dari etnis yang berbeda. Anda mungkin saja mempunyai relationship yang kuat, namun anda akan menghadapi “penghakiman” dari yang lain. Hal ini menyebabkan stress pada hubungan anda. Masing-masing pasangan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menangani stress dan perbedaan-perbedaan yang ada. Ingatlah bahwa semakin sedikit persamaan yang anda miliki dengan pasangan, semakin banyak kemungkinan yang ada bagi timbulnya konflik. Namun, konflik bukanlah pembunuh suatu hubungan. Bagaimana anda dan pasangan menangani dan menghadapi konflik tersebut adalah kuncinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadangkala, pria dan wanita dengan perbedaan yang berlawanan memang saling tertarik. Namun penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan karena perbedaan yang berlawanan itu lebih kepada ketertarikan karena perbedaan faktor-faktor pribadi atau keunikan pribadi dibanding karena perbedaan nilai-nilai. Secara umum, kita cenderung mencari seseorang yang mempunyai kesamaan atau kemiripan dalam nilai-nilai dan yang mempunyai beberapa kualifikasi yang kita inginkan: cantik atau tampan, hobi yang sama, humoris, gampang beradaptasi, fleksibel, komunikatif, dan lain-lain. Sementara mungkin anda berpikir bahwa menemukan seseorang dengan kriteria seperti yang baru saja disebutkan itu adalah hanya mimpi semata dan tidak ada orang yang se-sempurna itu, namun menentukan kriteria termasuk salah satu faktor yang penting jika anda mulai memikirkan pernikahan, &#8230;dan jangan lupa untuk melibatkan Dia sejak awal.</p>
<p><!--</p>
<div class="feedback">&#8211;> <!--  --> <!--  --> <!--</div>
<p>&#8211;>  	<!-- 	<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"  	    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 	    xmlns:trackback="http://madskills.com/public/xml/rss/module/trackback/"> <rdf:Description rdf:about="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/"     dc:identifier="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/"     dc:title="Kriteria Pasangan Yang Anda Cari"     trackback:ping="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/trackback/" /> </rdf:RDF> &#8211;></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/kriteria-pasangan-yang-anda-cari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Sendiri Kapan Menikah?</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/masih-sendiri-kapan-menikah/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/masih-sendiri-kapan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang merasa khawatir pada usianya yang sudah mencapai kepala tiga dan belum juga menuju ke pelaminan, lebih lagi jika wanita. Lebih dari itu pertanyaan-pertanyaan dari kerabat, teman pun mulai berdatangan, sehingga terasa amat sangat menganggu sekali. Anda mungkin menebarkan senyum maklum, atau sedih karena merasa malu dan tersudut. Suka tak suka, bagi sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Banyak orang yang merasa khawatir pada usianya yang sudah mencapai kepala tiga dan belum juga menuju ke pelaminan, lebih lagi jika wanita. Lebih dari itu pertanyaan-pertanyaan dari kerabat, teman pun mulai berdatangan, sehingga terasa amat sangat menganggu sekali. Anda mungkin menebarkan senyum maklum, atau sedih karena merasa malu dan tersudut. Suka tak suka, bagi sebagian wanita, hal ini merupakan suatu tuntutan dan menjadi gangguan tersendiri.</p>
<p>Tidak hanya untuk yang berumur 30 saja, menjelang umur 50 tahun pun banyak wanita yang masih belum menikah. Apalagi sudah menjelang menopause, biasanya banyak wanita yang mulai mengalami depresi. Wanita-wanita yang rata-rata berusia 30-an dan masih single banyak yang merasa takut dan sedih.<span id="more-596"></span></p>
<p>Berikut tips untuk menghadapi masa-masa menjelang kepala tiga.</p>
<p><strong>Tetap melihat ke depan</strong><br />
Tunjukan ketegaran meski kamu merasa sangat kesepian dan hampir putus asa karena belum menemukan pasangan yang tepat.  Jangan biarkan rasa  minder ini menguasai hidupmu lalu membuat kamu langsung menerima lamaran dari sembarang pria yang mendekati kamu. Jangan mengelabui diri<br />
sendiri dengan pemikiran bahwa kamu bisa belajar mencintai seorang pria walaupun baru bertemu. Keputusan terburu-buru bisa membuat hidupmu jadi lebih buruk<br />
dari keadaan kamu saat ini.</p>
<p><strong>Percaya diri dan buka mata</strong><br />
Tetap percaya diri, itulah yang  paling penting untuk kamu saat ini. Jangan terlalu berhasrat untuk menikah. Dan jangan memilih pasangan untuk menyenangkan orang lain. Meski lingkungan terus menganggumu, jangan kamu jadikan beban dalam pikiran. Percayalah bahwa kamulah orang yang akan beruntung suatu hari nanti. Yakinkanlah pikiranmu untuk selalu jernih dan siap. Kembangkan pemikiran bahwa hidup tetap harus dilanjutkan walau sudah menginjak usia 30 tahun. Jangan pernah merasa gagal karena kamu tak juga menikah. Anggaplah bahwa hidup yang menarik baru saja akan kamu mulai. Jauhkan pikiran bahwa kamu sudah banyak terlambat dan harapan sudah pupus. Tetap lakukan hal-hal positif dan  buka matamu lebar-lebar terhadap sekelilingmu. Coba direnungkan, jangan-jangan selama ini kamu memang orang yang tertutup alias tidak mau membuka diri. Kalau ya, bagaimana jodoh akan mendekati kamu?<br />
<strong><br />
Sabar dan tetap menunggu</strong><br />
Sabar adalah sikap yang sangat bijaksana. Jangan pernah memaksakan kehendak untuk lekas menikah sampai kamu mengenal dirimu dengan baik dan mengenal dengan baik pula siapa pasanganmu. Jangan menikah dengan seseorang sampai kamu mengenal dia dalam banyak hal. Kamu dapat membuat prediksi yang jauh lebih tepat tentang seberapa banyak kamu akan menikmati pernikahan dengan seseorang jika dasar pengalamanmu bersamanya cukup luas. Hubungan yang lebih lama menghasilkan pernikahan yang lebih bahagia.<br />
<strong><br />
Tetap menjaga kebugaran fisik dan mentalmu</strong><br />
Jaga dan rawatlah dirimu dengan banyak-banyak berolahraga agar bugar dan sehat dalam iman. Jaga agar tubuh tetap sedap dipandang. Ini akan enak dilihat dan perlu. Hasilnya, tentu kamu pasti akan tampak beda, lebih cantik, lebih gaya dan gembira. Perubahan ini tentu akan membuat kamu merasa lebih nyaman dan percaya diri. Sikap ini akan membuat pria memberi perhatian jika kamu menghargai diri sendiri. Tanamkan selalu dalam pikiranmu bahwa tidak menikah bukan berarti kehidupanmu berakhir.</p>
<p><strong>Buatlah dirimu bergairah</strong><br />
Lakukan banyak kegiatan. Jangan hanya tinggal berdiam diri di rumah, merenungi nasib, nonton tv atau mengurung diri di kamar sembari membandingkan hidupmu dengan orang lain. Ini akan membuat kamu makin tertekan dan merugikan dirimu. Gairahkan hari-hari kamu. Buat rencana-rencana menarik bagi hidup kamu. Mengaktifkan pikiran dengan sesuatu yang membuat kamu bergairah merupakan terapi yang baik untuk mengurangi rasa depresi yang sedang melanda pikiranmu. Lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.</p>
<p><strong>Tetap perluas pergaulan</strong><br />
Tambah luas tambah baik. Perkenalan bukan difokuskan untuk mencari pasangan hidup, tetapi untuk bersahabat. Ini lebih meringankan suasana perkenalan, baik bagimu maupun buat sang Arjuna.<br />
<strong><br />
Sifat pemilih menjauhkan jodoh</strong><br />
Mencari jodoh memang gampang-gampang susah. Apalagi jika kamu adalah orang yang sangat pemilih sekali. Kamu baru akan membuka hatimu jika pasanganmu punya kesamaan minat, hobi, pendidikan, dan berstatus sosial ekonomi yang setara. Syukur-syukur kalau bisa lebih tinggi. Inilah salah satu masalah yang akan menjerumuskan kamu. Tak perlu mencari jodoh yang punya minat sama. Perbedaan minat justru akan jadi bumbu-bumbu cinta kamu. Cobalah lakukan hal-hal baru yang tidak pernah kamu lakukan. Saat melakukan hal baru, ada bagian baru dari dirimu yang akan muncul. Membuat kamu merasa lebih menarik. Kamu juga harus tahu bahwa suatu pernikahan membutuhkan kerja keras. Jangan izinkan dirimu mengharap terlalu banyak dari pernikahan. Alhasil kamu bisa kecewa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu tak butuh pasangan yang cocok, apalagi pasangan sempurna, tapi pasangan yang tepat, yang mampu mencintaimu dan menerima kamu apa adanya, hidup sampai tua dalam komitmen yang sama untuk meraih visi yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu mungkin berkhayal mendapatkan pasangan yang ideal Tetapi percayalah akan keberadaan Tuhan dan kasih-Nya jika kamu hanya bisa berharap, meraba siapa jodohmu. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu tak bisa selamanya mengharapkan kebetulan-kebetulan terjadi, sementara waktu terus berjalan dan usiamu makin bertambah. Tapi kalau kamu berharap dengan tetap berusaha, yakinlah bahwa kamu akan menemukan jodohmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/masih-sendiri-kapan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Pria Tak Kunjung Memulai Komitmen?</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/mengapa-pria-tak-kunjung-memulai-komitmen/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/mengapa-pria-tak-kunjung-memulai-komitmen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Pria Tak Kunjung Memulai Komitmen? Berikut ini beberapa alasan mengapa pria tidak juga berinisiatif untuk memulai berkomitmen:
Takut Akan Penolakan
Saat dia mulai berbicara, anda menyadari bahwa pria-pria ini memikirkannya lebih dari sekedar emosi. Kenyataannya, memang jika mereka jujur, emosi-emosi itu tidak cukup. Seorang pria mungkin saja tertarik pada seorang wanita dan masih juga tidak melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Mengapa Pria Tak Kunjung Memulai Komitmen? Berikut ini beberapa alasan mengapa pria tidak juga berinisiatif untuk memulai berkomitmen:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Takut Akan Penolakan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat dia mulai berbicara, anda menyadari bahwa pria-pria ini memikirkannya lebih dari sekedar emosi. Kenyataannya, memang jika mereka jujur, emosi-emosi itu tidak cukup. Seorang pria mungkin saja tertarik pada seorang wanita dan masih juga tidak melakukan ataupun mengatakan apa-apa. Mengapa? Karena mereka percaya bahwa ada lebih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan selain perasaan. Salah satu dari faktor itu adalah rasa takut akan penolakan.<span id="more-594"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang pria menceritakan bahwa ketika satu saat dia memberanikan diri untuk mengajak seorang wanita pergi keluar, namun wanita ini menolak ajakannya. Kata “tidak” dari wanita ini sudah merupakan sesuatu yang berat untuk diterimanya karena dia benar-benar menyukai wanita ini. Tapi yang terjadi adalah, wanita ini memberitahu semua teman-temannya tentang hal itu dan teman-temannya mulai menilai semua kelebihan dan kekurangannya. Seiring waktu berlalu, ternyata yang tahu bukan hanya teman-teman wanita itu, tapi juga teman-temannya dan saudara teman-temannya. Mereka tahu bahwa dia pernah mengajak wanita itu dan dia menolak, dan bahwa dia tidak cukup ok untuk dipertimbangkan sebagai calon pasangan bagi kebanyakan wanita. Kesempatannya dengan wanita ini sudah tidak ada, begitu juga dengan wanita-wanita lain yang ada dalam lingkungan yang sama. Karena “dipermalukan” dan penolakan itu, dia memilih untuk lebih baik tidak mengalaminya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Belum Siap Secara Keuangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pria lain mengatakan bahwa alasan utamanya untuk tidak bersikap aktif dalam memulai suatu hubungan adalah karena dia merasa bahwa dia perlu lebih dahulu siap secara finansial sebelum berkomitmen serius dengan seorang wanita. Dia mulai bercerita bagaimana orang tuanya melalui pergumulan keuangan dan hal itu menyebabkan stress dalam kehidupan pernikahan mereka. Dia tidak ingin dirinya gagal. Jika dia sudah merasa aman secara finansial, maka dia akan lebih mudah untuk mempertimbangkan komitmen dengan seorang wanita. Lagipula dia juga percaya bahwa kebanyakan wanita juga menginginkan pasangan dengan kondisi finansial yang aman. Meskipun dia sudah mempunyai pekerjaan tetap setelah lulus dari sekolah, dia masih merasa belum lengkap sebagai seorang pria karena dia belum bisa menghidupi seorang wanita bahkan walaupun dia menginginkannya. “Untuk menjalin komitmen dengan seorang wanita, seorang laku-laki harus menjadi seorang pria. Dia harus merasa bahwa dia adalah seorang pria. Kalau tidak, apa yang bisa dia tawarkan?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pesimis Akan Hubungan Romantis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya tidak berkencan karena saya tidak akan berhasil!” Pria ini langsung mengungkapkan alasannya dengan jujur mengenai fakta bahwa dia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang dia tahu bisa dia lakukan dengan baik. Dia membeberkan beberapa alasan mengapa hubungan romantis memang tidak diwariskan dalam darahnya. Orang tuanya dan kebanyakan kerabatnya yang lain hanya menikah untuk bercerai pada akhirnya. Riwayat hubungan-hubungannya sendiri di masa lalu selalu berakhir dengan rasa sakit, dan dia dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih baik dalam area kehidupannya yang lain. Mengapa mempertahankan sakit hati dan membuang-buang waktunya (dan juga waktu seorang wanita lain) dengan memulai sesuatu yang tidak akan berhasil juga pada akhirnya? “Tidak seorangpun menyukai kegagalan… Saya tidak mau gagal…”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Benci Kisah-kisah Dongeng Tentang Cinta</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Anda benar, tidak seorangpun menyukai kegagalan, tapi bagaimanapun juga kami berusaha, kami selalu mengalami kegagalan…” Seorang pria menceritakan bahwa bagaimanapun juga dia mencoba, pada akhirnya dia selalu merasa tidak cukup baik. “Saya menyalahkan dongeng-dongeng tentang kisah cinta dan film komedi romantis, ada ksatria berkuda, cincin pertunangan yang indah, dan pria-pria yang selalu tahu apa yang harus mereka katakan dengan tepat.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ini mengingatkan anda juga pada bagaimana media telah begitu mempengaruhi persepsi dan gambaran tentang kecantikan yang ideal dan juga tekaann-tekanan yang anda alami dengan semua artis yang tampil di TV. Mungkin anda tidak menduga sebelumnya bahwa hal yang sama bisa juga terjadi pada pria. Apa yang kisah-kisah dongeng dan film komedi romantis itu katakan tentang pria? Mereka selalu berpakaian rapi, mempunyai rumah yang bagus (mungkin seekor kuda dan kereta dalam kisah dongeng), tidak pernah marah, mempunyai keseimbangan yang nyaris sempurna dalam hal kepekaan pada perasaan sekaligus memiliki karakter maskulin, mampu emengalahkan 1 sampai 40 pria lain dengan kekuatannya sendiri jika mungkin, dan yah, mereka juga pria-pria yang sangat memperhatikan wanitanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pria ini memulai ceritanya dengan bagaimana dia dulu pernah membelikan mantan pacarnya 12 tangkai mawar. Namun mantannya merasa kecewa, karena dia tidak membelikannya bunga lili. Mantannya berpikir bahwa dia seharusnya mengenalnya lebih baik dari itu, karena bunga lili adalah bunga kesukaannya… bukan mawar. Banyak contoh lainnya, namun kesimpulan akhirnya tetap, dia tidak merasa bahwa masuk ke dalam sebuah hubungan akan menguntungkan bagi dia. Dia selalu “kalah” dengan figur pria yang ideal…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Menemukan Yang Dia Cari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tipe pria ini mau untuk menjalin hubungan dengan wanita, hanya saja dia tidak menemukan apa yang dia cari. Saat ditanya apa yang sebenarnya dia cari, dia menjawab, “Mudah saja, saya mencari sama seperti yang dicari pria-pria lainnya. Saya mencari…” Lalu ada jeda yang panjang…</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, apakah pandangan anda terhadap kaum pria sedikit berbeda? Mungkin anda menjadi lebih bisa berempati pada mereka, karena anda sekarang telah mengetahui beberapa hal yang mungkin mereka lalui. Para pria bukan semuanya “jerks” yang tidak memperdulikan apapun tentang anda maupun teman-teman wanita anda. Mereka adalah para pria, manusia yang tidak sempurna, yang belum menemukan gambaran yang tepat akan apa yang penting, apa yang mereka inginkan, dan hal-hal lain yang signifikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/mengapa-pria-tak-kunjung-memulai-komitmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Enaknya Menjadi Lajang?</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/apa-enaknya-menjadi-lajang/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/apa-enaknya-menjadi-lajang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Saya akui, ada hari-hari dimana saya ingin menulis tentang “Menjadi Lajang Itu Menyedihkan”, hari-hari saat gereja dipenuhi pasangan-pasangan yang berbahagia dan anak-anak yang lucu, sementara saya duduk sendirian, atau waktu saya menerima satu lagi undangan pernikahan dan tidak ada orang yang bisa diajak untuk menemani saya ke pesta itu, sambil membayangkan kapan giliran saya tiba.
Untungnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Saya akui, ada hari-hari dimana saya ingin menulis tentang “Menjadi Lajang Itu Menyedihkan”, hari-hari saat gereja dipenuhi pasangan-pasangan yang berbahagia dan anak-anak yang lucu, sementara saya duduk sendirian, atau waktu saya menerima satu lagi undangan pernikahan dan tidak ada orang yang bisa diajak untuk menemani saya ke pesta itu, sambil membayangkan kapan giliran saya tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Untungnya, itu bukanlah keseluruhan ceritanya. Sabtu pagi itu saya dan teman sekamar saya Karen, sama-sama masih memakai piyama, sedang menikmati pancake sambil menonton TV, saya berkata, “Tidakkah kamu senang karena kita single?” Dia melihat pakaian kami, makanan kami, dan pria tampan di layar TV, mengangguk setuju dan kami tertawa berdua. <span id="more-592"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ini hal-hal lain yang kami sukai karena kami lajang:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Kebebasan</strong></p>
<p>Spontan, bebas, fleksibel… adalah hal-hal terbaik dari menjadi seorang lajang. Kita bisa menghabiskan hari libur sesuka kita, bepergian ke luar kota atau luar negeri, berkebun, dan melakukan hal-hal lainnya tanpa mempertimbangkan tentang orang lain. Tentu saja suatu hari nanti kami ingin menghabiskan malam-malam kami dengan pasangan, tapi untuk saat ini kami ingin menikmati hari-hari dimana kami bisa melakukan hal-hal dengan fleksibel.</p>
<p><strong>Teman-teman yang sudah menikah</strong></p>
<p>Sebulan lalu saya makan siang dengan 2 orang teman saya yang sudah menikah. Selagi kami membicarakan tentang pernikahan seorang rekan kerja yang akan berlangsung, percakapan mengalir ke topik tentang seks. Sementara saya hanya tersipu, mereka mengatakan pada saya bahwa seks tidak selalu menyenangkan, kadang aneh dan berantakan. Saya merasa perlu mendengar ini, karena saya dapat belajar bahwa pernikahan tidak selalu tentang romantisme, atau obat penyembuh dari semuanya. Mereka menceritakan kehidupan pernikahan sebagaimana adanya. Menjadi lajang mungkin mempunyai beberapa hari buruknya, namun mereka mengingatkan saya bahwa kehidupan pernikahan juga mempunyai hari-hari buruknya.</p>
<p><strong>Teman-teman pria</strong></p>
<p>Saya mempunyai beberapa teman akrab pria yang menawarkan semangat, dukungan doa, bantuan dalam pekerjaan, dan juga sudut pandang pria tentang berbagai hal yang ingin saya ketahui. Saya percaya Tuhan membawa mereka ke dalam hidup saya. Jika sekarang saya telah menikah, mungkin saya dan mereka tidak berteman. Jadi untuk saat ini, saya menikmati persahabatan saya dengan mereka.</p>
<p><strong>Waktu untuk diri sendiri</strong></p>
<p>Selama 8 bulan setelah saya lulus kuliah, saya hidup sendiri. Waktu yang bisa menjadi saat paling kesepian ternyata menjadi waktu yang paling melegakan. Saya bisa bernyanyi mengiringi radio keras-keras sambil mencuci piring, membaca berjam-jam tanpa gangguan, dan lain-lain. Ada kekayaan dalam waktu-waktu seperti ini yang tidak bisa ditukar dengan apapun, bahkan saat kesendirian itu kadang menimbulkan rasa kesepian. Bahkan ketika saya sedang tidak mempunyai seseorang untuk berbagi, saya menangis pada Tuhan dan merasakan kehadiranNya lebih nyata daripada jika seandainya ada gangguan dari suami dan anak-anak. Liburan yang lalu saya mengadakan perjalanan bisnis sendirian ke New York. Pada saat saya pergi ke gedung pertunjukan, saya bertemu dengan seorang ibu dan keluarganya dari Denmark. Kami berbincang-bincang sejenak, bertukar informasi kebudayaan dengan penuh minat. Malam berikutnya saya makan malam dengan seorang wanita dari Arizona yang saya temui di seminar pada hari sebelumnya, kami membicarakan banyak hal menarik. Karena saya tidak harus menyesuaikan jadwal saya dengan jadwal orang lain ataupun mempertimbangkannya, saya bebas untuk bertindak spontan dan berinteraksi dengan orang-orang yang saya temui di sepanjang perjalanan saya.</p>
<p><strong>Kelompok kami</strong></p>
<p>Karen, saya, dan 3 orang teman kami yang lain, saya biasa menyebut ini “geng” kami. Kami adalah jenis teman dekat yang akan mengantar saya jam 6 pagi ke bandara, menonton film bersama di apartemen kami, tertawa bersama, menangis bersama, dan merayakan bersama. Kami bahkan bepergian bersama ke San Antonio, Texas, dan liburan-liburan lainnya. Butuh waktu yang agak lama bagi saya untuk bisa berteman dekat seperti ini, dan saya bersyukur bagaimana Tuhan bisa menyatukan kami dalam persahabatan ini. Saya tahu bahwa suatu hari nanti mungkin keadaan akan berbeda jika seandainya kami semua atau ada di antara kami yang sudah bersuami. Namun sebelum pria itu memasuki hidup saya, saya bersyukur untuk 4 sahabat yang ada untuk saya, dan saat saya mengenang bagaimana Tuhan membawa mereka satu persatu kepada saya pada waktu yang tepat, membangkitkan iman saya bahwa jika seorang suami adalah kehendakNya untuk saya, maka Dia akan melakukan hal yang sama dengan pasangan hidup saya.</p>
<p>Berikut ini hal-hal praktis yang bisa anda lakukan:</p>
<p><strong>Bertanyalah</strong></p>
<p>Bertanyalah kepada teman-teman anda yang sudah menikah, hal-hal apa saja yang mereka rindukan pada saat mereka masih lajang. Ambil manfaat dari kesempatan yang ada sehingga anda tidak akan menyesal nantinya.</p>
<p><strong>Buat daftar</strong></p>
<p>Apa yang ingin anda capai dalam hidup? Menulis buku? Bepergian ke luar negeri? Bergabung dalam perjalanan misi? Tulis semuanya dalam daftar utama, lalu pilih salah satu dan lakukan itu. Jangan biarkan penantian anda akan seorang suami membuat hidup anda menunggu.</p>
<p><strong>Berdoa</strong></p>
<p>Pengkotbah 3 mengatakan bahwa ada maksud dan tujuan tertentu untuk setiap masa dalam kehidupan. Bertanyalah pada Tuhan hal unik apa yang Dia ingin anda lakukan atau pelajari dalam masa lajang ini. Belajar untuk menjadi taat dalam hal-hal ini akan membuat anda lebih dekat kepadaNya dan anda juga akan lebih menikmati perjalanan saat ini.</p>
<p><strong>Berinvestasi dalam orang lain</strong></p>
<p>Karena anda tidak banyak memfokuskan energi relasional anda dalam hubungan dengan pasangan saat ini, anda punya banyak hal yang dapat dibagi dengan orang lain. Ada kelas-kelas sekolah minggu, keluarga yang butuh bantuan, dan tetangga-tetangga anda yang mungkin akan merasa sangat diberkati dengan keberadaan dan keterlibatan anda dalam hidup mereka. Sukacita yang anda terima sebagai timbal baliknya akan menolong mengenyahkan hari-hari sepiyang anda hadapi.</p>
<p><strong>Bepergian</strong></p>
<p>Ada banyak hal yang bisa dilihat dan dilakukan di dunia yang luas ini, dan sekarang adalah kesempatan terbaik anda untuk meraihnya. Perjalanan jauh dengan teman-teman akan selalu merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Perkaya hidup anda dengan memperluas batasan-batasannya. (Anda tidak pernah tahu siapa yang mungkin akan anda jumpai dalam perjalanan!).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/apa-enaknya-menjadi-lajang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Menikah Karena…</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/jangan-menikah-karena%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/jangan-menikah-karena%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cara berpacaran yang baik? 80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan adalah disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan selama pacaran yang tidak baik ini seperti menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan.
Banyak orang berpacaran dengan melalui pergaulan yang tidak sehat. Padahal Tuhan rencanakan banyak hal baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Bagaimana cara berpacaran yang baik? 80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan adalah disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan selama pacaran yang tidak baik ini seperti menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang berpacaran dengan melalui pergaulan yang tidak sehat. Padahal Tuhan rencanakan banyak hal baik yang dimulai dari pergaulan. “Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”. <span id="more-589"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah motivasi salah dalam berpacaran yang terkadang terdapat dalam pikiran, dan hal ini kita terus bawa hingga perkawinan:</p>
<p><strong>Masalah usia</strong></p>
<p>Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah. Allah punya rencana untuk tiap mahluk-Nya berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah berbeda-beda. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali dianggap ‘perawan tua’ atau semacamnya. Usia matang bukan berarti obral besar-besaran, namun bukan juga tetap jual mahal.</p>
<p><strong>Rasa kesepian</strong></p>
<p>Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita. Faktor ini terkadang terjadi pada kaum wanita. Dengan anggapan bahwa dirinya kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya.</p>
<p><strong>Tekanan dari orang tua atau teman</strong></p>
<p>Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas dasar tekanan dari orang lain. Berusaha membuat senang orang tua atau teman suatu saat akan membahayakan hubungan apalagi jika masuk dalam pernikahan.</p>
<p><strong>Merasa sudah cocok</strong></p>
<p>Disaat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati-hatilah!. Kita harus teliti lebih jauh tentang diri pasangan kita. Seperti cerita, sepasang muda-mudi yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah karena kebaikan pasangannya itu. Ingat! bahwa kita bukan mencari orang baik untuk dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik belum tentu orang benar, tetapi orang benar pasti seorang yang baik.</p>
<p><strong>Alasan Materi</strong></p>
<p>Seperti warisan, kekayaan dan jabatan yang sifatnya tidak kekal dan hanya menjadikan manusia rakus harta. Banyak orang mengganggap kebahagiaan tergantung harta banyak sehingga mereka berani menjual imannya demi pasangan yang dianggap mapan. Ini salah besar. Tuhanlah sumber kebahagiaan sehingga meninggalkan iman artinya melepaskan diri dari damai sejahtera yang dijanjikan Tuhan.</p>
<p><strong>Asmara atau ketertarikan jasmani</strong></p>
<p>Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Karena apabila kita sudah menjadi tua pun semua kecantikan itu akan hilang.</p>
<p><strong>Hasrat dan Nafsu Biologis</strong></p>
<p>Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah bila seorang pria belum menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah adalah alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke berbuat dosa. Menikahlah dengan niatan atau maksud baik.</p>
<p><strong>Kuasa gelap</strong></p>
<p>Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai. Iblis mungkin akan memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan kuitansi pada kita. Misalnya: perkawinan anda hanya berumur lima tahun, atau anak yang anda lahirkan akan idiot, atau anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis anda, dan sebagainya. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, <span class="caps">DIA</span> memberikan yang menurutnya terbaik untuk kita, malah Ia akan memberikan damai sejahtera kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar dengan uang seberapa besarnya pun. Jadi jangan pernah berpikir: “Bila cinta ditolak, dukun bertindak”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/jangan-menikah-karena%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Cara Mendapatkan Perhatian Cowok</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Cinta… kelihatannya begitu mudah dari luar, tidakkah demikian? &#8220;Kami bertemu dalam kelompok pemuda pada musim panas lalu kala tamasya di taman”, sobat kamu bercerita tentang kesempatannya bertemu sang idaman. “Dia sedang bermain bola dengan teman-temannya dan terjatuh di matras yang saya gelar. Wah, saya sungguh senang dia keluar dari gerombolannya”.
Kakak perempuan kamu mengingat kembali : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Cinta… kelihatannya begitu mudah dari luar, tidakkah demikian? &#8220;Kami bertemu dalam kelompok pemuda pada musim panas lalu kala tamasya di taman”, sobat kamu bercerita tentang kesempatannya bertemu sang idaman. “Dia sedang bermain bola dengan teman-temannya dan terjatuh di matras yang saya gelar. Wah, saya sungguh senang dia keluar dari gerombolannya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kakak perempuan kamu mengingat kembali : “Kami adalah partner di lab kimia. Disuatu tempat antara pertemuan pertama dan diantara nyala pembakar Bunsen, dia meminta saya untuk kencan. Kami menjadi sama-sama setelah itu”.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-587"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah cinta sepersepuluhnya terjadi di <span class="caps">SMA</span>. Orang-orang kelihatannya tidak berniat memasangkan semua orang disekeliling kamu. Sementara, kamu punya masalah dengan lawan jenis. Kamu jatuh cinta dengan seseorang yang tidak kenal kamu dengan jelas. Seseorang yang kamu hidupi dan nafasi sebagai cowok yang benar dimata mata berada nun jauh disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehancuran… adalah hal yang menakutkan dan mengharukan pada kali pertama. Tapi segala sesuatu akan menjadi hebat jika dia mengetahuinya, tidakkah demikian?.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya goyah saat berada di akhir usia 20an, dan saya suka mengatakan pada kalian bahwa ini semakin mudah tercetus khususnya bila menyangkut usia. Namun sedihnya, itu tidak. Rasa grogi dan perasaan mual yang kamu rasakan ketika si cowok melewati kamu di lorong jalan pada dasarnya sama apakah kamu berumur 15 atau 25 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Untungnya, kamu dapat mengubah kehancuran disekeliling kamu dengan citarasa kamu. Kamu hanya perlu tahu beberapa rahasia untuk menarik perhatian si pria incaran kamu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cek Apakah Dia Tipe Merusak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kamu melakukan apapun, evaluasi apakah orang ini jenis yang suka merusak. Saya pernah tertarik pada seorang pria, menghabiskan 10 menit di hadapannya dan benar-benar terpukul oleh kepribadiannya. Tanyai orang di sekeliling. Siapa saja teman-teman incaran kamu ini? Apakah dia rajin beribadah ke gereja? Kamu dapat menyelamatkan diri kamu dari membuang banyak waktu dan menderita sakit kepala jika kamu melakukan sedikit riset ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang kamu semua harus melakukan pengamatan ini. Bagaimana dia bertindak terhadap orang-orang yang tidak sepopuler dirinya? Apakah dia seorang yang baik atau justru pecundang?. Tanda sederhana bisa mengatakan banyak hal tentang karakter seseorang. Pastikan dia adalah pribadi yang baik sebelum kamu memutuskan untuk membiarkan perasaan kamu mengambil alih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Memburunya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu ini merupakan godaan. Jika kamu seperti saya, kamu dapat menjadi seorang yang agak mencari-cari atau menjadi seorang pemburu. Ketika kami melihat sesuatu yang kami inginkan, kami segera memburunya. Bagaimanapun, kita harus menahan diri kita dari meminta pria untuk kencan keluar dan membuat niat kita menjadi terlalu “kelihatan”</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat membuat tampaknya wanita yang meminta cowok untuk kencan adalah tipe yang berkuasa, namun tidak mungkin dapat lebih jauh lagi dari kebenaran. Tindakan ini dikuasai oleh hasrat yang berbau keputus asaan, dan pada umumnya akan padam. Pria suka tantangan. Segala sesuatu yang terlalu mudah bagi pria tidak layak dipertahankan untuk jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bisa katakan pada kamu dari pengalaman pertama bahwa ketika seorang pria benar-benar mengingini kamu, dia akan bersedia melwati api hanya untuk mendapatkan nomor telepon kamu. Mereka menyukai tantangan semacam itu. Jangan tanyakan pada saya apa alasaannya. Itu seperti hasrat dalam film Braveheart.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesopanan = Misteri = Pria Ingin Tahu Lebih Banyak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak gadis akan mengatakan pada kamu untuk menunjukkan sedikit “paha, kaki jenjang” atau “belahan dada” untuk menangkap perhatian pria. Itu pasti berhasil. Dia akan memperhatikan kamu, namun semua untuk alasan yang salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan rahasia jika pria mudah ditipu secara visual. Jika kamu mempertunjukkan semua hal baik, maka mereka semua akan berpikir bahwa kamu adalah baik untuk mereka. Sebagai ganti melihat kamu sebagai seorang wanita pandai, cantik menggemaskan, cowok akan lebih memikirkan kamu sepertinya kamu itu tampil telanjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sejumlah cara untuk berbusana seksi tanpa harus mengeksploitasi diri kamu. Jadi tinggalkan sedikit saja untuk imajinasi. Semakin banyak yang harus dia buru, semakin banyak yang dia ingin tahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menjadi Seorang yang Ramah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pernah mengatakan pada saya bahwa cara terbaik untuk membuat pertemanan adalah menjadi seorang yang ramah. Sebuah senyuman dan kata “hai” dapat bertahan untuk waktu yang panjang. Saya tahu itu sukar untuk menduga kamu dapat bernafas lapang ketika berada disamping idola, namun cobalah untuk focus. Duduk dekat dengan dia dalam pelajaran matematika sebelum kelas dimulai adalah waktu paling sempurna untuk berpaling padanya, tersenyum, dan mengatakan : “Hai, bagaimana kabar kamu?”. Tindakan ini disebut “memecahkan kebekuan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu banyak orang yang menyesali karena bersahabat dengan seseorang yang tertarik secara romantis, padahal itu adalah tempat terbaik untuk memulai. Percayai saya. Enam puluh tahun dari sekarang, hanya persahabatan yang akan menuntun kamu masuk dalam pernikahan emas, penuh keriput dan tahun-tahun pernikahan penuh perbantahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cobalah Sesuatu Dalam Kelompok Baru</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan sejak I Kissed Dating Goodbye keluar, saya selalu berpikir bahwa kelompok kencan adalah sesuatu yang timpang. Bagaimana mungkin ada orang dengan tiga orang temannya berada disekelilingnya?. Namun ketika mengalami kehancuran, ini adalah cara yang fantastic untuk mencari tahu tentang si pria dalam situasi dengan sedikit tekanan saja. Lingkaran pertemanan si pria plus keberadaan diri kamu menciptakan zona nyaman. Kamu akan berada baik dalam unsur-unsur kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kamu mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam apapun dimana kamu akan terlibat didalamnya, lakukanlah! Cobalah peluang itu. Perluas jaringan diluar apa yang biasa kamu lakukan dan bergabunglah di kelompok yang baru. Jika si pria tidak memutuskan tentang hubungan kamu, kamu mungkin menemukan satu cinta untuk subyek baru atau olahraga baru yang belum pernah kamu coba sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dapatkan Satu Kehidupan dan Hidupilah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang lebih menarik daripada seorang wanita yang benar-benar menerima kehidupannya sendiri. Biarkan si pria melihat kamu berjalan-jalan dengan teman kamu, bernyanyi di paduan suara, atau melakukan apapun yang paling baik kamu lakukan. Jika dia melihat cukup banyak bagaimana kamu menikmati hidupmu, mungkin dia ingin bergabung dalam kegembiraan yang kamu jalani.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadilah Gadis Saleh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kamu tidak dapat melupakan bahwa kamu adalah gadis pertama dan paling utama di hadapan Tuhan. Kamu adalah ciptaan Tuhan yang amat disayangi, dan Tuhan mencintai kamu. Tempat teraman untuk jatuh cinta adalah dalam rengkuhan Tuhan. Jadi letakkan kepercayaan dan iman padaNya. Tuhan berjanji bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan kamu sendiri (Ibrani 13:5).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi apakah benar atau tidak, pria ini harus mendapat satu petunjuk tentang bagaimana cantiknya kamu, kamu sendiri dapat tenang dalam fakta bahwa Tuhan Bapa di Surga yang menggerakkan Surga dan dunia itu ada bersama kamu. Itu adalah perjalanan seumur hidup, dan itu akan bertahan selamanya. Kekal.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--</p>
<div class="feedback">&#8211;> <!--  --> <!--  --> <!--</div>
<p>&#8211;>  	<!-- 	<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"  	    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 	    xmlns:trackback="http://madskills.com/public/xml/rss/module/trackback/"> <rdf:Description rdf:about="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/"     dc:identifier="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/"     dc:title="7 Cara Mendapatkan Perhatian Cowok"     trackback:ping="http://www.andiestuff.com/v2/2008/04/01/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/trackback/" /> </rdf:RDF> &#8211;></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/7-cara-mendapatkan-perhatian-cowok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragu Menjelang Hari Pernikahan</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/ragu-menjelang-hari-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/ragu-menjelang-hari-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat Runaway Brides film sukses yang diperankan oleh duet Richard Gere-Julia Roberts? Bayangkan jika Anda ragu dengan pasangan saat hari pernikahan semakin dekat? Tiba-tiba rasa percaya diri menjadi kurang dan seperti ada saja ketidak-cocokan yang Anda rasakan pada pasangan Anda. Jika ini terjadi pada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Segera menghentikan rencana pernikahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.andiestuff.com/wp-content/uploads/2009/05/christianity.png" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" />Masih ingat Runaway Brides film sukses yang diperankan oleh duet Richard Gere-Julia Roberts? Bayangkan jika Anda ragu dengan pasangan saat hari pernikahan semakin dekat? Tiba-tiba rasa percaya diri menjadi kurang dan seperti ada saja ketidak-cocokan yang Anda rasakan pada pasangan Anda. Jika ini terjadi pada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Segera menghentikan rencana pernikahan atau terus maju dengan setengah hati? Sikap realistis adalah hal yang terbaik untuk dilakukan saat Anda mengalami keraguan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sebelum melakukan apapun, apakah Anda sudah melakukan cross-check terhadap perasaan Anda? Apakah yang membuat Anda berubah? Apakah Anda masih mengharapkan pernikahan ini? Bagaimana Anda melihat pasangan Anda, sampai saat ini? Mungkin Anda perlu pikirkan lagi, berapa lama waktu Anda melakukan penyesuaian dengan pasangan Anda? Memang waktu tidak bisa dijadikan patokan untuk Anda. Namun dengan proses penyesuaian yang sudah Anda berdua jalankan merupakan waktu yang sangat efektif untuk dapat saling mengenal dan mengerti.<br />
<span id="more-585"></span></p>
<p>Pernahkah terbersit dalam pikiran Anda bahwa rasa ragu itu datang karena suatu keadaan yang dibuat-buat? Tentunya kebersamaan Anda selama ini dengan pasangan Anda bukan untuk saling menyenangkan masing-masing pihak saja, bukan?</p>
<p>Bagaimana menurut Anda sendiri? Tetapi apapun keadaannya, Anda harus mampu membicarakannya dengan pasangan Anda dengan saling terbuka, langsung tanpa perantara, jujur dan penuh saling menghargai.</p>
<p>Dan kalau memang ternyata tidak bisa lagi dipertahankan, maka sebaiknya Anda menemui orangtua Anda dan juga orangtua pasangan Anda untuk menginformasikan secara baik-baik. Jangan tinggalkan kesan yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Dari semua upaya yang Anda lakukan, hendaknya Anda berdua sepakat berdasarkan kejujuran dan tidak ada kebohongan, karena toh tidak ada gunanya. Bersikaplah bijaksana di dalam mengambil keputusan terakhir terhadap kehidupan Anda dan juga terhadap masa depan Anda berdua. Pernikahan adalah one-way ticket sebab Tuhan membenci perceraian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/ragu-menjelang-hari-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
