<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AndieStuff &#124; A Web Design Studio based in Semarang, Central Java, Indonesia (GMT+7) &#187; Christianity</title>
	<atom:link href="http://www.andiestuff.com/articles/christianity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andiestuff.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2011 20:18:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>(Belum) musimnya berbuah kok !!!!</title>
		<link>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/</link>
		<comments>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 13:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andiestuff.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.
Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada begitu banyak orang yang menjadi anak Allah hanya pada hari minggu saat mereka harus beribadah. Itupun kadang bukan karena motivasi tulus untuk mencari TUHAN, bukan karena kebutuhan kita padaNYA. Banyak juga yang beribadah karena mereka ingin menampilkan diri mereka sebagai orang kristen sehingga lingkungannya tidak merendahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita berusaha memakai topeng supaya tampak rohani di depan mata orang. Tetapi sepulang dari gereja dan menjalani hari-hari berikutnya kembali seperti biasa. Kita hanya bisa mendengarkan firman di gereja sebagai orang kristen tetapi tidak mau menjadi orang kristen yang sama ketika harus menjadi pelaku firman atau menghadapi ujian.<span id="more-640"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkitab jelas mengajarkan pada kita bahwa yang diinginkan oleh ALLAH sesungguhnya kita bukan cuma menjadi pendengar saja melainkan sungguh2 menjadi pelaku firman. Jika tidak berarti kita menipu diri sendiri. Kita hanyalah orang yang memakai topeng2 yang menutupi kebusukan hidup kita dibalik wajah yang suci dan rohani. Namun jika kita sungguh2 menjadi pelaku firman maka wajah kita sungguh2 wajah Kristus yang menampilkan kemuliaan dan kasih yg dapat dirasakan oleh sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Percuma saja jika kita mengaku memiliki iman kepada ALLAH namun perbuatan kita tidak mencerminkan kemuliaanNYA sama sekali. Kita bisa saja memiliki iman bahwa mengasihi sesama kita, namun pada kenyataannya kita tidak melakukan perbuatan apa2 terhadap orang lain selain hanya kata2 saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?</p>
<p style="text-align: justify;">15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,</p>
<p style="text-align: justify;">16 dan seorang dari antara kamu berkata: &#8220;Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!&#8221;, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?</p>
<p style="text-align: justify;">17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana semestinya ???</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani itu bukan hanya bicara mengenai hari minggu di gereja saja. Bukan hanya bicara mengenai Natal, Jumat Agung, Paskah dan kenaikan Tuhan Yesus saja. Kita seringkali bicara hidup rohani itu hanya mengenai isi firman dan kegiatan rohani lainnya. Sehingga di luar hari minggu kita tidak rohani lagi. Keluar dari gereja kita kembali lagi menjadi manusia duniawi. Tidak seperti itu. Kehidupan rohani itu adalah kehidupan setiap hari, setiap waktu, bagaimana kita berjalan bersama dengan ALLAH dalam dunia ini yang sementara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tinggal dalam hukum ALLAH di dunia ini dengan penuh tanggung jawab atas iman kita, bukan cuma menjadi pendengar ataupun mengerti isi alkitab, namun sungguh2 menjadi pelaku firman. Sebab alkitab hanyalah suatu buku yang bertuliskan janji2 ALLAH saja. Sebuah buku biasa. Namun akan menjadi luar biasa ketika kita percaya/beriman dan menghasilkan buah2 sesuai dengan iman kita. Tidak bisa kita cuma belajar dan mengerti tentang mengasihi sementara kita sendiri tidak bisa mengampuni seseorang dalam hidup kita. Percuma saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rohani kekristenan itu bicara tentang iman yang menghasilkan buah-buah sesuai dengan iman kita. Artinya tidak sekadar beriman untuk mengampuni orang lain tetapi sungguh2 nyata dalam perbuatannya benar mengampuni orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan jika kita berkata mengasihi ALLAH dalam iman namun kenyataannya kita membenci sodara kita, maka alkitab berkata kita adalah pendusta. Sebab tidak mungkin orang mengasihi ALLAH yang tidak dilihatnya sedangkan sodaranya yang kelihatan saja dibencinya (1 Yohanes 4:20).</p>
<p style="text-align: justify;">Satu kisah penutup tentang Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21 : 18-19 dan Markus 11 : 12-14).</p>
<p style="text-align: justify;">Markus 12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.</p>
<p style="text-align: justify;">13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.</p>
<p style="text-align: justify;">14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: &#8220;Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!&#8221; Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan bahwa ketika Yesus mengharapkan mendapat sesuatu dari pohon ara tersebut, ternyata tidak ada sesuatu apapun yang bisa IA dapatkan. Apakah YESUS sebodoh itukah tidak mengetahui kalo saat itu memang belum musimnya berbuah ?? Jelas DIA tau akan hal itu. Ada suatu maksud yang lebih luar biasanya dari kisah itu. Inti dari kisah itu adalah bahwa kita sebenarnya diinginkan ALLAH untuk selalu berbuah kapanpun, harus siap untuk menghasilkan buah2, bukan berdasarkan musimnya lagi, bukan berdasar pada kondisi dan situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan sekadar berbuah menjadi manusia rohani ketika di gereja saja, dihadapan sodara2 seiman. Bukan hanya hari minggu atau hari besar lainnya.Tetapi lebih dari itu adalah kita harus menghasilkan buah2 yg sesuai pertobatan setiap hari (Lukas 3:8) setiap waktu, tanpa melihat musim, kondisi atau situasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita disakiti oleh seseorang, saat itulah YESUS sesungguhnya sedang menghampiri kita melihat apakah ada buah dalam kita yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dibenci oleh seseorang, saat itulah YESUS mencari-cari apakah kita menghasilkan buah yg baik, yaitu ketika kita mau mengampuni orang tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita dalam masalah besar, saat itulah YESUS mengamati apakah kita berbuah, yaitu saat kita tetap teguh pada iman dan pengharapan padaNYA walau sedang menghadapi masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita sakit, disitulah justru YESUS mengharapkan ada buah yang kita hasilkan yaitu kita tetap percaya akan janji-janjiNYA untuk kesembuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disaat situasi dunia yang sangat goncang dan tidak mennentu seperti sekarang, sesungguhnya YESUS sedang menanti buah yg seharusnya kita hasilkan yaitu tetap beriman percaya padaNYA serta lakukan yang terbaik apapun demi kemulianNYA &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 14 : 21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Yohanes 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Matius 7 : 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita jujur di hadapanNYA sebab tidak ada yang tersembunyi bagiNYA, sudahkah kehidupan kita menghasilkan buah2 yg sesuai dengan pertobatan kita, yang berbuah tanpa dibatasi oleh musim, situasi atau kondisi tertentu. Bukan menjadi muridNYA yang hanya pandai mendengar firman, melayani, bergereja, dll. Tetapi lebih dari itu yang DIA kehendaki adalah ketaatan kita yang menghasilkan buah ketika kita tetap taat dan melakukan firman TUHAN saat menghadapi ujian.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga orang lain mengenal YESUS dari buah yang kita hasilkan. Kita tidak bisa hidup menjadi murid YESUS yang biasa2 saja. Hidupnya pasif, dan tidak berbuat apa2. Hanya rutinitas, minggu ke gereja, lalu setelah selesai pulang ke rumah dan melanjutkan aktivitas hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ada ujian kita tidak lulus. Kita merasa cukup dengan pergi ke gereja dan dengerin firman TUHAN. Padahal bukan itu, seharusnya kita mesti jadi pelaku firman juga dalam kehidupan sehari-hari, setiap waktu. Dengan menjadi pelaku firman berarti mengasihi ALLAH. GBU all !!!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212; TJC &#8212; @Jkt170509</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Original source : <a href="http://m.facebook.com/note.php?r71e62259&amp;note_id=79521647013&amp;refid=21#anchor_fbid_79521647013" target="_blank">Chandra Juliar&#8217;s Facebook notes</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andiestuff.com/belum-musimnya-berbuah-kok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
